Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Pemkab Purbalingga Gelar Pasar Murah di Jatisaba

Selasa 05 Jun 2018 18:38 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Kegiatan pasar murah.

Kegiatan pasar murah.

Foto: Antara.
Kegiatan pasar murah digelar untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Sebanyak 34 (tiga puluh empat) stan pedagang ikut meramaikan pasar murah putaran ketiga yang digelar di lapangan Desa Jatisaba Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (5/6). Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi hadir dalam acara itu untuk membuka serta membagikan daging sapi gratis kepada para penerima.

Kegiatan pasar murah seperti itu semula dijadwalkan akan dibuka oleh Bupati Tasdi. Namun Bupati Tasdi ditangkap tim KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi sehari sebelumnya. Kegiatan Pasar Murah, akhirnya dibuka wabup.

Dalam acara tersebut, Wabup Tiwi menyebutkan kegiatan pasar murah digelar untuk menekan kenaikan harga kebutuhan masyarakat yang berimbas pada angka inflasi. ''Kenaikan harga barang setiap jelang hari raya harus mendapat perhatian dan intervensi dari pemerintah sehingga angka inflasi bisa ditekan,'' katanya.

Sebelumnya, pasar murah Ramadhan telah dilaksanakan di Desa Karangnangka Kecamatan Bukateja dan Desa Binangun Kecamatan Mrebet. Setelah pasar murah di Desa Jatisaba ini, kegiatan pasar murah terakhir akan digelar di Desa Tlahab Kidul Kecamatan Karangreja pada 9 Juni mendatang.

Selain menjual kebutuhan masyarakat dengan harga lebih murah dari kebutuhan pasar, dalam acara tersebut Pemkab Purbalingga juga membagikan beberapa komoditas secara gratis seperti daging sapi, daging ayam, minyak goreng, dan beras, kepada warga miskin.

Kepala Dinperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Purbalingga, Sidik Purwanto, menyebutkan hingga pekan ketiga bulan Ramadhan ini, harga sembako di pasaran Purbalingga masih relatif stabil.

"Kalaupun ada kenaikan, namun masih wajar. Tidak ada yang mengalami kenaikan sampai di luar kendali,'' katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA