Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Buntut Meme Amien Boncengan dengan HRS, Oknum Dewan Dipukuli

Rabu 23 Mei 2018 00:03 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi pemukulan.

Ilustrasi pemukulan.

Aksi main hakim massa berhasil diredam.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Karawang, berinisal HN babak belur dihajar massa. Pengeroyokan itu, terjadi di ruang Muspida Gedung Paripurma DPRD setempat, sekitar pukul 14.00 WIB.

Massa kesal terhadap oknum tersebut. Lantaran oknum itu diduga menyebarkan meme bergambar Amien Rais yang sedang berboncengan dengan Habib Rizieq Sihab (HRS)

Informasi yang diperoleh Republika.co.id, oknum tersebut menyebarkan meme kedua tokoh itu melalui grup Whatsapp badan anggaran (Banggar) sebulan silam.

Dalam meme itu, Amien Rais sedang membonceng HRS yang mengendarai kompresor berkenalpot. Hanya saja, dalam meme itu HRS tidak mengenakan pakaian sebagaimana lazimnya.

Dua hari yang lalu, meme tersebut justru beredar di media sosial. Sehingga, mengundang kemarahan elemen masyarakat Karawang. Mereka menuntut supaya oknum tersebut meminta maaf secara terbuka.

Akan tetapi, pada Selasa (22/5), massa justru berkumpul di halaman parkir gedung DPRD Karawang. Massa ingin menemui oknum HN itu. Namun, oknum itu sedang berada di aula DPRD.

Karena massa sudah berkumpul, anggota Fraksi Demokrat Ahmad Rifai, berinisiatif mengontak Ketua Fraksi Demokrat, Fendi Anwar untuk menghadirkan HN. Fendi Anwar bersama oknum HN lalu menuju ruang muspida, untuk merumuskan dialog dengan massa.

Namun nahas, kedatangan Fendi Anwar dan oknum HN dilihat oleh massa. Lalu, massa merangsek masuk ke ruangan tersebut. Sehingga, tak ayal lagi oknum anggota DPRD ini dihujani bogem mentah oleh sekelompok massa yang sudah emosi.

Beruntung, aksi main hakim sendiri itu bisa diredam. Dengan datangnya Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya ke lokasi kejadian. Kabarnya, ada empat pelaku pengeroyokan yang diamankan oleh polisi.

"Kami bersama unsur muspida, berupaya untuk menjembatani supaya HN bisa berdialog dengan massa secara aman," ujar Waloya.

Terkait dengan meme kedua tokoh tersebut, pihaknya akan menyelidiki apakah ada unsur penghinaan ataupun tidak. Karena itu, kasus penyebaran meme ini akan segera ditindaklanjuti.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES