Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Harga Komoditas Sayuran di Lembang Terus Naik

Rabu 16 Mei 2018 23:55 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Sayuran

Ilustrasi Sayuran

Foto: Republika/Prayogi
Harga naik dipengaruhi stok barang di pasaran.

REPUBLIKA.CO.ID,  LEMBANG -- Harga sejumlah komoditas bahan pokok menjelang bulan puasa Ramadan pada Kamis (17/5) besok terus merangkak naik. Kenaikan tidak hanya terjadi pada komoditas daging ayam dan telur. Namun, komoditas sayuran juga mengalami kenaikan harga khususnya di tingkat petani.

Berdasarkan pantauan di wilayah pertanian di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, harga komoditas cabe rawit dijual Rp 45 ribu perkilogram. Sebelumnya, cabe rawit dijual diangka Rp 30-35 ribu perkilogram. Sayuran seperti kol, sawi dan tomat pun mengalami kenaikan.

"Harga naik dipengaruhi stok barang di pasaran. Kalau stok kurang, harga sayuran pasti naik. Faktor cuaca dan permintaan yang tinggi jelang Ramadan juga mempengaruhi harga jual," ujar Fajar Permana, petani asal Suntenjaya, Kecamatan Lembang (16/5).

Ia menuturkan, harga sayuran terutama kol sangat disyukurinya. Saat ini, harga jual kol ke pasaran antara Rp 2.500-3000 perkilogram. Hal itu berbeda dengan hari biasa yang hanya bisa dijual di bawah Rp 2 ribu perkilogram.

"Hasil panen di kita masih kalah dengan Dieng dan Medan. Harga kol di sana lebih murah karena sekali kirim langsung se-truk. Kita kirimnya pakai mobil kecil," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, para petani di Desa Suntenjaya hanya menanam tanaman pokok saja di antaranya kol, cabe dan tomat karena pengaruh cuaca dapat mempengaruhi faktor pertumbuhan tanaman.

"Harga kentang sekarang lagi turun drastis. Kalau biasanya sampai Rp 12 ribu, sekarang paling hanya bisa dijual sekitar Rp 6 ribu perkilogram," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES