Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Lombok Barat Luncurkan Mekaki Marathon 2018

Rabu 16 Mei 2018 08:48 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ani Nursalikah

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Mekaki Marathon juga sebagai momen memperkenalkan pariwisata Lombok Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Ajang balap lari, Mekaki Marathon yang sedianya digelar April lalu dimundurkan hingga Oktober mendatang. Hal ini dikarenakan adanya pilkada di Lombok Barat dan gelaran Asian Games di Jakarta sehingga para sponsor masih terfokus pada event nasional tersebut.

Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) menggelar soft launching Mekaki Marathon 2018 di ruang Media Centre Humas Lobar, Selasa (15/5). Kepala Bagian Humas dan Protokol Lobar Saepul Akhkam menjelaskan, Mekaki Marathon tahun lalu terbukti memberikan efek positif bagi masyarakat. Ahkam menilai, kesadaran masyarakat Sekotong yang menjadi venue acara Mekaki Marathon untuk berkembang dan membuka diri sudah terlihat.

"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan menunjukkan angka kunjungan wisatawan ke Sekotong makin tinggi. Begitu pula dengan investasi di wilayah selatan Lobar ini makin berkembang," ujar Ahkam di Lombok Barat, NTB, Selasa (15/5).

Sampai hari ini, dari 36 investor di Sekotong, lebih dari separuhnya berinvestasi di Gili Gede. Ini menyebabkan Pemerintah Lobar memberikan perhatian kepada Sekotong.

"Untuk itu pada 2018 ini pemerintah akan merevitalisasi Senggigi dan Gili Gede," kata Ahlam.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi menjelaskan, keunggulan sebuah destinasi pariwisata terletak pada branding dan ikon yang kuat. Sekotong dengan segala potensinya membutuhkan kekuatan itu.

"Berkat kerja sama dengan berbagai pihak, kita sudah mampu membuat branding di Mekaki Sekotong dan Jazz Festival di Senggigi," ucap Ispan.

Ispan memandang Mekaki Marathon tidak semata milik Lombok Barat, melainkan milik masyarakat Lombok dan NTB. Untuk itu semua pihak diharapkan ikut mengangkat citra kegiatan ini agar bisa berlangsung lebih baik.

Diakui Ispan, kegiatan Mekaki Marathon sengaja dilaksanakan pada April yang merupakan low season (rendah kunjungan wisatawan). Tujuannya mendongkrak kunjungan di bulan-bulan sepi.

"Tujuan akhirnya adalah agar rata-rata kunjungan wisatawan tetap stabil. Kehadiran acara berskala nasional dapat menstabilkan tingkat hunian hotel hingga lebih 60 persen," ungkap dia.

Ia mencontohkan, pada ajang MNEK beberapa hari lalu, kawasan Senggigi bahkan sampai kekurangan kamar. Lebih jauh dijelaskan, dampak dari sebuah promosi itu baru bisa dirasakan setahun kemudian.

"Yang tadinya tahu lewat dunia maya sekarang lewat dunia nyata. Bahkan mereka nanti bisa ke-12 gili yang ada di sana," kata Ispan.

Perwakilan organizer Archiss Jakarta Juria Ambar Haruni menjelaskan, ia baru saja pulang dari Sekotong. Hal menarik yang dilihat adalah jalan yang sudah lebar dan pelaksanaan pelebaran jalan sudah menyeluruh hingga ke Pantai Mekaki.

"Ini sebuah hal yang membuat kami bersemangat dan punya satu tekad Mekaki 2018 harus didukung dan dilaksanakan," ucap Juria.

Ia menjelaskan, setelah melalui hasil diskusi, maka diputuskan kegiatan Mekaki Marathon pada 7 Oktober 2018. Dalam kegiatan tersebut, ia tidak sekadar menginginkan acara lari semata, melainkan sebagai momen memperkenalkan Lobar sebagai obyek pariwisata ke seluruh dunia.

Hal senada disampaikan Didit dari DnD Sport. Ia berharap para peserta lari nantinya dapat memanfaatkan kegiatan lari tersebut sambil berswafoto dengan masyarakat setempat. "Sekarang kita ingin lebih banyak merangkul penduduk setempat," ucap Didit.

Kata Didit, tahun lalu itu para peserta belum banyak yang tahu kondisi di Sekotong. Hal ini menyebabkan minimnya informasi tempat menginap dan obyek wisata di Sekotong. Untuk itu pada tahun ini dalam hal penginapan, panitia ingin bekerja sama dengan masyarakat setempat dan para penggiat pariwisata.

"Kita akan berikan alternatif kepada peserta untuk menginap di hotel, villa, homestay, atau mungkin di rumah penduduk," kata Didit.

Adapun perbedaan dalam hal pentas di lokasi start, panitia kali ini akan memberikan banyak pertunjukan untuk menjadi penyemangat kepada pelari. "Panggung hiburan juga akan dibuat merakyat yang bisa memberikan suasana Lombok. Kami juga akan memperbanyak artis dari Lombok," ujar Didit.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES