Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Polrestabes Medan: Ancaman Bom di Tiga Gereja Hoaks

Selasa 15 May 2018 22:51 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Puluhan warga menggelar aksi menyalakan lilin untuk menunjukkan rasa belasungkawa pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) lalu. Aksi digelar di di depan Mako Brimob Polda Sumut, Jl Wahid Hasyim, Medan, Kamis (10/5) malam.

[ilustrasi] Puluhan warga menggelar aksi menyalakan lilin untuk menunjukkan rasa belasungkawa pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) lalu. Aksi digelar di di depan Mako Brimob Polda Sumut, Jl Wahid Hasyim, Medan, Kamis (10/5) malam.

Foto: Republika/Issha Haruma
Beredar ancaman peledakan bom tiga gereja di Medan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Polrestabes Medan memastikan bahwa isu adanya ancaman bom di tiga Gereja yang berada di wilayah Sumatra Utara (Sumut) merupakan hoaks atau informasi bohong. "Setelah kita cek dan selidiki di lapangan, ternyata informasi tersebut tidak benar," ujar kata Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan ketika dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (15/5) malam.

Putu mengimbau, warga masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas Sumutdengan tidak memperkeruh suasana dan terpancing isu-isu yang tidak benar disiarkan di media sosial (medsos). "Masyarakat jangan terlalu mudah percaya dengan informasi di medsos, kita terus berupaya maksimal untuk menjaga Kota Medan tetap aman dan kondusif," katanya.

Kabar ini merebak setelah akun media sosial bernama "Cintaiaq Apa Adanya" menebar ancaman teror bom. Dalam akun media sosialnya itu, pemilik akun mengunggah "Daftar gereja mau saya bom Pentakosta Tembung, Katolik St. Maria Marelan dan HKBP Tarutung".

Namun, setelah sang pemilik akun mengunggah ancaman itu, tak lama kemudian uggahannya langsung dihapus. Atas ancaman lewat media sosial itu, Pendeta P Nainggolan dari Gereja Pentakosta Indonesia Jalan Medan-Batangkuis, Lorong Kapuk, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor STPL/966/V/ 2018/ Restabes Medan. Sejak Senin (14/5), Polrestabes Medan dan Polsek jajaran siaga satu terkait dengan aksi teror bom yang terjadi di Surabaya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA