Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Presiden Semangati Anak-Anak Korban Gempa Banjarnegara

Senin 23 Apr 2018 17:47 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andi Nur Aminah

Gempa mengguncang Banjarnegara (ilustrasi)

Gempa mengguncang Banjarnegara (ilustrasi)

Foto: Dok pri Humas Kemensos
Jokowi juga menyerahkan santunan untuk ahli waris korban yang meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengunjungi masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Banjarnegara. Ketika bertemu dengan anak-anak korban gempa yang tinggal di pengungsian SDN 2 Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Jokowi pun tak lupa menyemangati mereka yang tengah bermain.

"Anak-anakku semua sedang bermain apa dengan Kak Seto? Bermain sulap, membaca, mewarnai, menulis. Wah pintar-pintar semua ya," sapa Jokowi kepada anak-anak.

Dari siaran pers Kementerian Sosial, Senin (23/4), saat Jokowi datang ke tempat pengungsian, anak-anak tengah belajar dan bermain bersama Kak Seto dan Kak Heni yang merupakan tim LDP (Layanan dukungan Psikososial, Red) Kementerian Sosial RI. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan kepada anak-anak.

Duduk di antara anak-anak, Jokowi kemudian menyalami sambil menanyakan nama mereka. Sesekali ia mengusap kepala anak-anak lalu mengacungkan jempol tangan kanannya pertanda mereka menjawab pertanyaan Presiden dengan benar. "Meski sekolahnya ada yang roboh kalian tetap belajar ya, dan jangan lupa ibadah," tutur Jokowi.

Di tengah senda gurau bersama anak-anak, Jokowi pun memberi pertanyaan matematika seputar penjumlahan dan pengurangan. Seluruh anak menjawab dengan benar, Jokowi pun menghadiahkan buku-buku untuk mereka. "Terima kasih, Pak Presiden," teriak anak-anak serempak.

Usai berdialog, Jokowi lantas menyerahkan santunan untuk ahli waris korban meninggal dalam bencana gempa bumi. Kedua korban meninggal adalah Asep (13) dan Nenek Kasri (100). Masing-masing ahli waris mendapatkan Rp 15 juta. Dia kemudian berdialog dengan ibu-ibu di pengungsian, serta meninjau ruang kelas sekolah yang untuk sementara digunakan menampung pengungsi.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA