Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

NTB Siap Pertahankan Status Rinjani Sebagai Geopark Dunia

Selasa 17 April 2018 07:47 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Menikmati  Gunung Rinjani dari Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok.   (Republika/ Wihdan Hidayat)

Menikmati Gunung Rinjani dari Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok. (Republika/ Wihdan Hidayat)

Foto: Republika/ Wihdan
Seluruh pihak diharap terlibat di dalam menjaga status Geopark Dunia dari UNESCO.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Faozal siap mempertahankan status Gunung Rinjani menjadi bagian dari jaringan Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG).

"Setelah Rinjani menjadi bagian dari jaringan Geopark Dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG), tugas terberat kita selanjutnya adalah mempertahankan status global geopark. Nah inilah yang kita harus rumuskan bersama untuk mengawal itu," kata Faozal di Mataram, Selasa (17/4).

Menurutnya, untuk mempertahankan status tersebut, tidak bisa pemerintah daerah sendirian melakukan hal itu. Melainkan, seluruh pihak juga harus terlibat di dalamnya. Salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

"TNGR selaku pengelola kawasan bersama kita kepentingannya sama di pariwisata. Contoh kasus sampah tidak selesai selesi oleh taman nasional, maka dibutuhkan ada pihak yang lain ikut membantu untuk membersihkan," terangnya.

Selain itu, tugas berat selanjutnya adalah meyakinkan masyarakat lingkar kawasan Gunung Rinjani pada kepentingan yang sama, yakni menjaga lingkungan sekitar tetap terjaga dengan baik, katanya.

"Nah edukasi masyarakat penting, melibatkan masyarakat lokal. Termasuk, kebersamaan antar stakeholder ini juga penting harus tetap terjaga," ucap Faozal.

Dia mengatakan pendapatan taman nasional yang masuk dalam pendapatan negara nonpajak itu tidak berbanding lurus dengan anggaran yang tersedia di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Akibat dari anggaran yang kurang itulah, maka ada beberapa aspek yang kurang terlengkapi di Gunung Rinjani.

"Pemasukan Gunung Rinjani itu banyak tapi tidak sebanding dengan anggaran yang diterima oleh pihak taman nasional. Yang mana, anggaran itu nantinya juga digunakan untuk mengelola dan membuat Gunung Rinjani lebih nyaman didatangi," tegasnya.

Mantan Kepala Museum NTB menambahkan dampak pariwisata dengan peningkatan status geopark sudah pasti ada sebab 80 persen menjadi kawasan wisata.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES