Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Sudah Malam, Tapi Pasar Beringharjo Masih Buka

Senin 16 April 2018 19:19 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Para pengunjung di Pasar Beringharjo.

Para pengunjung di Pasar Beringharjo.

Foto: Yusuf Assidiq.
Pengunjung mengaku senang Pasar Beringharjo dibuka sampai malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Aktivitas jual-beli di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, masih terus berlangsung, walau azan Ashar telah dilantunkan sejak belasan menit lalu. Tawar-menawar masih pula terlihat dari sebagian besar toko pedagang yang ada.

Belakangan, situasi itulah yang lumrah terlihat di bagian barat Pasar Beringharjo pada malam hari. Ya, sejak 11 April 2018, Pasar Beringharjo memang memperpanjang jam operasionalnya sampai pukul 21.00.

Satu perbedaan yang jelas terlihat tentu saat azan Ashar, dan pedagang-pedagang tidak bergegas membereskan dagangannya. Padahal, adzan Ashar biasanya jadi penanda para pedagang untuk bersiap menutup tokonya.

Gerbang yang masih dibuka dan lampu-lampu yang masih menyala saat malam, turut menyenangkan wajah para wisatawan. Buktinya, mereka tidak berhenti berdatangan walau matahari telah berganti lampu-lampu kuning trotoar.

Pengunjung Malioboro yang biasanya singgah pada malam untuk makan, tertarik lagi untuk melihat sejenak isi Beringharjo. Padahal, biasanya mereka hanya singgah ke penjual makanan yang berjajar rapi di depan pasar.

"Tadi kita kira dah tutup, ternyata masih buka, mampir dulu jadinya," kata Dina, salah satu wisatawan asal Jakarta yang ditemui saat memilih daster batik di Pasar Beringharjo pada malam hari.

Seperti Dina, sebagian besar pengunjung mengaku senang Pasar Beringharjo dibuka sampai malam hari. Pasalnya, mereka kerap telat saat ingin berbelanja, lantaran toko-toko yang dituju sudah tutup.

Pemandangan yang paling banyak terjadi, tidak lain pembeli-pembeli yang baru datang saat toko sedang bersiap untuk tutup. Hal ini sering merepotkan keduanya, karena harus bertransaksi dengan buru-buru.

Hal itu diakui Arif, satu dari beberapa penjual tas batik yang ada di Pasar Beringharjo. Buka mulai pukul 07.00, biasanya Arif mulai menutup tokonya pada 16.00 atau 17.00.

Kini, Arif mengaku bisa lebih lega karena dapat terus berjualan sampai malam hari. Pembelinya yang kerap datang sekitaran 16.00-17.00, kini bebas bertransaksi karena tidak beriringan dengan persiapan tutup.

"Insya Allah, moga-moga pendapatan jadi lebih meningkat dari biasanya," ujar Arif.

Walau belum keseluruhan, uji coba operasional malam Pasar Beringharjo terbilang cukup sukses. Diikuti 914 dari total 1.535 pedagang, hampir sepekan terakhir Pasar Beringharjo terus didatangi pembeli sampai malam hari.

Selain itu, ada sedikit perubahan karena tersaji pagelaran budaya di lantai tiga. Ini sejalan dengan permintaan musisi-musisi dan seniman-seniman Yogyakarta, yang tujuannya tidak lain agar Pasar Beringharjo jadi lebih hidup lagi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES