Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Geopark Ciletuh Sukabumi Resmi Diakui UNESCO

Ahad 15 Apr 2018 11:58 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Winda Destiana Putri

Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh.

Puncak Darma di kawasan Geopark Ciletuh.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Sehingga Geopark Ciletuh sudah diakui dunia sebagai geopark pertama di Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi akhirnya resmi diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sehingga Geopark Ciletuh sudah diakui dunia sebagai geopark pertama di Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahnad Heryawan dalam fun day towards Unesco Global Geopark (UGG) di Pantai Palampang kawasan Geopark Ciletuh Ahad (15/4). ''Geopark pada empat hari yang lalu dinobatkan Unesco jadi bagian dari Unesco Global Geopark,'' ujar Aher sapaan akrabnya dalan sambutan di acara fun day run Geopark Ciletuh.

Sehingga kata Aher, saat ini tinggal peresmian yang akan dilakukan pada September 2018 mendatang. Pada momen tersebut akan diberikan sertifikat Unesco Global Geopark.

Menurut Aher, Ciletuh menjadi geopark dunia pertama kali di Jabar. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Jabar. Aher menerangkan, kawasan geopark nantinya akan dikembangkan agar nyaman dan ditata dengan sebaik-baiknya. Pengembangan ini harus ada komitmen bersama.

Harapannya ujar Aher, Geopark Ciletuh dapat menjadi geopark terbaik di dunia. Upaya tersebut harus didukung gubernur, bupati dan kalangan DPRD.

Terutama lanjut Aher untuk melakukan konsolidasi penataan ruang melalui Perda RTRW dan ke depan diperlukan perda RDTR. Dampaknya ketika akan membangun hotel harus sesuai dengan perda RDTR untuk melihat keindahan geopark.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menambahkan, warga Sukabumi menyambut gembira penetapan Ciletuh sebagai geopark dunia. "Kami akan terus mengembangkan dan menggiatkan kegiatan di kawasan geopark," cetus dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA