Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Banjir Dilaporkan Rendam Ratusan Rumah di Cianjur

Ahad 08 April 2018 13:06 WIB

Red: Andri Saubani

Sejumlah warga bergotong-royong membersihkan lumpur sisa banjir (Ilustrasi)

Sejumlah warga bergotong-royong membersihkan lumpur sisa banjir (Ilustrasi)

Foto: Republika/Edi Yusuf
Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Banjir merendam ratusan rumah di berbagai wilayah di Cianjur, Jawa Barat, dan merusak puluhan rumah yang terletak di sepadan sungai di wilayah utara kota. Empat rumah dilaporkan rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.

Sedangkan di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagallih, tujuh rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas. Longsor terjadi di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

BPBD Cianjur juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota terendam banjir. Sehingga, satu rumah rusak dan terbawa arus, serta jembatan tidak dapat dilalui.

Sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang, terendam banjir. Sedangkan, di bagian utara Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, ratusan rumah warga terencam banjir cileuncang akibat tidak berfungsinya drainase sejak beberapa tahun terakhir.

"Bukan hanya saat ini saja, sudah puluhan tahun ketika musim hujan tiba, air bah dari selokan di kiri kanan jalan tumpah ke jalan dan masuk ke rumah warga di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Cianjur," kata Endi warga Desa Ciherang pada wartawan Ahad (8/4).

Akibatnya, tambah dia, arus lalulintas terhambat karena banyak material batu berbagai ukuran terbawa ke jalan. Sehingga, arus lalulintas macet hingga belasan kilometer dari kedua arah dan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah warga.

Sementara warga di sejumlah wilayah di Cianjur kota, mengatakan, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cianjur, merupakan yang terbesar sejak puluhan tahun terakhir sehingga merusak rumah warga disejumlah titik. Hoerul Arif (22) warga Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, mengatakan, sejak puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini rumahnya rusak berat dihantam banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur yang terletak dibelakang rumah.

Biasanya tutur dia, air sungai hanya naik setinggi beberapa meter tidak sampai meluap ke perkampungan. Namun, kali ini air merendam puluhan rumah dan memutuskan jembatan yang biasa dilalui warga.

"Banjir paling parah yang saya alami sejak saya lahir sampai saya menikah, belum pernah air sungai merendam perkampungan. Saat ini, kami tidak tahu mau tinggal dimana karena rumah kami russak berat," katanya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang sempat meninjau sejumlah lokasi menilai meluapnya sungai yang merendam sejumlah lokasi akibat kerusakan alam, sampah yang menumpuk di sungai, dan penyempitan sepadan sungai.

"Kami sudah intruksikan semua aparat pemerintahan turun ke jalan untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait rawan banjir yang melanda Cianjur, termasuk melakukan penertiban," katanya.

Jembatan putus

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Letkol Inf Fransisco melaporkan adanya banjir bandang di Kecamatan Sukamakmur yang mengakibatkan jembatan penghubung jalur alternatif Puncak Bogor-Cianjur terputus. "Saat ini jembatan belum bisa dilalui karena putus itu, evakuasi warga dan penanganan dampak banjir masih dilakukan," kata dia melalui pesan WhatsApp kepada Antara, Ahad.

Fransisco mengatakan, banjir terjadi pada Sabtu (7/4) pukul 18.40 WIB dan evakuasi masih berlangsung saat ini, namun belum banyak diketahui masyarakat. Jembatan yang menghubungkan Kecamatam Sukamakmur Kabupaten Bogor-Cipanas Kabupaten Cianjur itu sama sekali tidak bisa dilalui untuk sementara waktu.

Petugas tim gabungan masih melakukan penanganan evakuasi dan pendataan terkait dampak banjir. Dari data sementara, banjir menyebabkan enam rumah dan 13 kendaraan hanyut terbawa derasnya air dari aliran kali Cisarua di lokasi banjir Kampung Cisarua RT04/RW05 Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Saat ini terdapat satu orang korban meninggal dunia atas mana Mari (70) warga Kampung Cibiting RT01/ RW06 Desa Warga Jaya dan lima korban selamat atas nama Entos, Mista, Amir, Olih, Diman dan Yanto. "Kami evakuasi bersama warga masih manual, di sana susah sinyal untuk koordinasi," jelas Dandim.

Kodim 0621, sambungnya menyampaikan, telah memgirim satu SST anggota Komando Rayon Militer (Koramil) Jonggol untuk membantu evakuasi. Ia mengimbau masyarakat dapat mengantisipasi perjalanan menuju puncak dari jalur alternatif tersebut.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES