Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Nelayan Aceh Selamatkan Lima Pengungsi Rohingya

Jumat 06 April 2018 14:57 WIB

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah

Pengungsi Rohingya di penampungan sementara Desa Blang Ado, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.  (Antara/Rahmad)

Pengungsi Rohingya di penampungan sementara Desa Blang Ado, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara. (Antara/Rahmad)

Mereka telah dibawa ke tempat aman sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Nelayan Banda Aceh menyelamatkan lima warga Rohingya pada Jumat (6/4). Ini merupakan kedatangan pertama Rohingya pada tahun ini di Indonesia.

Nelayan di Aceh timur berhasil menyelamatkan dua pria, dua wanita, dan seorang anak. Mereka telah dibawa ke tempat aman sementara.

"Mereka mencapai daratan sekitar pukul 01.30 WIB dan segera dibawa ke rumah sakit," kata seorang pejabat angkatan laut senior yang bermarkas di Aceh timur, Razali.

Saat ini masih belum diketahui dari mana perahu yang membawa Rohingya berasal. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan jumlah pengungsi yang mencoba menyeberangi laut berbahaya semakin banyak.

Puluhan ribu Rohingya melarikan diri dari Myanmar melalui lautan setelah pecahnya kekerasan di negara bagian Rakhine pada 2012. Eksodus itu mencapai puncaknya pada 2015. Diiperkirakan 25 ribu orang melarikan diri melintasi Laut Andaman untuk menuju Thailand, Indonesia dan Malaysia. Kebanyakan Rohingya tewas tenggelam di kapal karena kelebihan muatan.

Tahun lalu, menurut PBB dan kelompok hak asasi lainnya, sekitar 700 ribu orang Rohingya meninggalkan rumah mereka di Rakhine menuju Bangladesh. Mereka meninggalkan Rakhine untuk menghindari tindakan keras militer Myanmar. PBB menyebut kekejaman militer Myanmar sebagai bentuk pembersihan etnis.

Myanmar menolak tuduhan itu. Pemerintah Myanmar mengatakan militernya telah melancarkan kampanye melawan teroris yang menyerang pasukan pemerintah.

Indonesia biasanya menerima pencari suaka yang tiba dengan perahu. Namun para pencari suaka ini memiliki hak terbatas. Mereka hanya menghabiskan waktu di kamp pengungsi dan pusat-pusat penahanan. Awal pekan ini, Malaysia juga telah mencegat sebuah perahu di lepas pantai pulau Langkawi yang membawa 56 orang Rohingya dari Myanmar.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES