Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Banjir dan Angin Kencang Landa Cilacap Barat

Selasa 03 April 2018 15:43 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Ratna Puspita

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Musim pancaroba masih berpotensi menimbulkan cuaca buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Musim pancaroba yang sudah berlangsung saat ini masih berpotensi menimbulkan cuaca buruk. Seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat, hujan deras dan angin kencang melanda beberapa desa pada Senin (2/4) petang hingga malam.

"Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah di tiga desa terdampak banjir. Selain itu, ada juga rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang,'' jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap Martono Selasa (3/4).

Dia menyebutkan, bencana angin kencang antara lain melanda Desa Jenang Kecamatan Majenang. Bencana ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak ringan, dan satu rumah ambruk rata dengan tanah akibat tertimpa pohon tumbang. 

Rumah warga yang roboh adalah rumah Tursiyah (55), janda yang tinggal seorang diri di rumahnya. “Saat ini, warga dan beberapa relawan sudah turun ke lokasi melakukan kerja bakti membantu korban bencana dan juga membersihkan dari pohon-pohon yang tumbang,” kata dia menjelaskan. 

Sementara bencana banjir, menurut Martono, melanda beberapa lokasi di empat desa. Antara lain Desa Sindangsari, Padangjaya, Mulyadadi dan Desa Pahonjean Kecamatan Majenang. “Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cilopadang dan Cijalu yang melintas di desa tersebut,” kata dia. 

Bahkan, dia menyebutkan, luapan air di sungai Cilopadang menyebabkan tanggul sungai jebol sebanyal lima titik. Hal ini menyebabkan air banjir mengalir cukup deras, dengan ketinggian hingga 120 cm di wilayah pemukiman warga. 

“Banjir sempat membuat ratusan warga mengungsi, dan banyak barang perabot warga yang mengalami kerusakan,” kata dia. 

Dia juga menyebutkan, banjir menyebabkan kolam budidaya ikan warga mengalami kerusakan sehingga mengalami kerugian cukup besar. “Seluruhnya ada 12 kolam ikan yang tergenang air sehingga ikan-ikan yang dibudidaya warga ikut hanyut,” kata dia. 

Selain menggenangi rumah warga, Martono juga menyebutkan, banjir sempat menggenangi ruas jalan utama yang menghubungkan wilayah Majenang dan Salem Kabupaten Brebes. Akibatnya, jalur tersebut sempat terputus sepanjang Senin malam.

“Pada Selasa (3/4) pagi, banjir di beberapa desa akibat meluapnya aliran sungai ini sudah surut. Hari ini, banyak warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumahnya dari lumpur yang terbawa banjir,” katanya.

Selain membersihkan rumah warga, Martono menyebutkan, pihaknya juga telah meminta bantuan pada UPT Pemadam Kebakaran untuk mengirim satu unit mobil pemadam kebakaran. “Kami mohon bantuan mobil damkar untuk membersihkan longsor yang terjadi pada ruas jalan di Desa Bener Kecamatan Majenang,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk membersihkan longsor di ruas jalan kabupaten yang menghubungan antardesa tersebut, perlu dibantu dengan mobil damkar karena volume longsoran cukup besar dan menutup badan jalan. “Jalan itu merupakan akses penting warga, sehingga perlu segera dilakukan pembersihan,” kata dia. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis BPBD Cilacap Wilayah Majenang Edi Sapto Priyono, mengatakan banjir yang menggenangi wilayah pemukiman di empat desa saat ini sudah surut. Namun, dia menyebutkan, sebagian areal persawahan yang siap panen masih ada yang tergenang banjir. 

“Areal yang masih tergenang yang lokasinya berada di wilayah cekungan,” katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES