Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

BPS Sebut Pariwisata Bali Mulai Pulih

Senin 02 Apr 2018 14:18 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Gita Amanda

Sejumlah pengunjung menikmati lampion saat Nusa Dua Light Festival di Badung, Bali, Jumat (8/12) malam. PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Nusa Dua Light Festival sebagai upaya menarik wisatawan dan menunjukkan pariwisata Bali tetap aman di tengah situasi erupsi Gunung Agung.

Sejumlah pengunjung menikmati lampion saat Nusa Dua Light Festival di Badung, Bali, Jumat (8/12) malam. PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar Nusa Dua Light Festival sebagai upaya menarik wisatawan dan menunjukkan pariwisata Bali tetap aman di tengah situasi erupsi Gunung Agung.

Foto: Fikri Yusuf/Antara
BPS mencatat jumlah kunjungan wisman ke Bali pada Februari naik 28,57 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sudah mulai pulih dari pengaruh letusan Gunung Agung. BPS mencatat, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Februari 2018 mencapai 1,2 juta kunjungan atau naik 9,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Februari 2017 mengalami peningkatan sebesar 17,36 persen.

"Untuk Ngurah Rai pada Februari 2018 jumlah wismannya 444 ribu. Naik signifikan dibanding Januari 2018 sebesar 28,57 persen. Ini menunjukkan wisman ke Bali sudah full recovery dari pengaruh letusan Gunung Agung," ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/4).

Suhariyanto merinci dari 1,2 juta wisman yang datang ke Indonesia, 62 persen menggunakan transportasi udara, 22 persen menggunakan transportasi laut, dan 16 persen menggunakan transportasi darat. Secara kumulatif, pada Januari hingga Februari 2018, jumlah turis asing yang datang mencapai 2,3 juta kunjungan atau naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kenaikan wisman dari tahun ke tahun menunjukkan tren menggembirakan. Kami berharap jumlah wisman akan semakin besar," ujar Suhariyanto.

Berdasarkan kebangsaan, wisman asal Cina mendominasi kunjungan pada Februari 2018 dengan jumlah kunjungan sebesar 214 ribu atau 17,85 persen dari total kunjungan wisman. Kemudian, disusul oleh kunjungan wisman Malaysia sebesar 206 ribu atau 17,14 persen, Singapura sebesar 125 ribu atau 10,42 persen, Timor Leste sebesar 124 ribu atau 10,31 persen, dan India sebesar 42 ribu atau 3,55 persen dari total kunjungan wisman Februari 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA