Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Peternak Sapi Perah di Bandung Barat Kesulitan Peroleh Pakan

Jumat 23 Mar 2018 17:24 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Sapi-sapi siap untuk diperah susunya.

Sapi-sapi siap untuk diperah susunya.

Foto: ABC
Peternak sapi perah menyiasatinya dengan mencampur jerami.

REPUBLIKA.CO.ID, NGAMPRAH -- Sebagian peternak sapi perah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan sulitnya memperoleh pakan rumput sebagai makanan hewan ternak saat ini. Para peternak menyiasati pakan rumput untuk ternak dengan menambahi pakan konsentrat dan jerami.

Peternak sapi perah, Dadang (35) mengaku di musim kemarau pakan ternak untuk sapi diganti dengan jerami. Sebab, saat ini pihaknya mengaku kesulitan mencari rumput. Sementara, rumput yang ada saat ini tidak memenuhi kebutuhan pakan sapi.

"Memang ada rumput tapi gak cukup. Kita siasati dengan mencampur dengan pakan konsentrat dengan jerami," ujarnya, Jumat (23/3).

Rumput yang sulit dicari di Lembang disebabkan lahan yang ada kini semakin terbatas akibat alih fungsi lahan. Sementara itu, menurutnya, hanya sebagian kecil peternak yang memiliki lahan dengan ditanami rumput.

"Saya punya kebun rumput, tapi enggak begitu luas. Jadi enggak cukup buat memenuhi kebutuhan pakan sapi perharinya," ujar dia.

Ia menuturkan, demi memenuhi kebutuhan rumput untuk pakan sapi rela mencari sampai ke dalam hutan. Baik dalam kondisi musim kemarau atau musim hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Undang Husni Thamrin mengatakan saat ini jumlah sapi perah dan sapi pedaging di Bandung Barat mencapai 38 ribu ekor. Sekitar 20 ribu ekor merupakan sapi milik anggota KPSBU.

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi kekurangan rumput sebagai pakan sapi, pihaknya mengembangkan budidaya rumput indigofera seluas 15 hektare di Gununghalu. Namun, katanya petani rumput disana enggan menjual ke peternak di Lembang sebab harga beli yang rendah.

"Harga beli dari peternak di Lembang dianggap terlalu murah yaitu antara Rp 400 sampai Rp 500 per kilogram. Petani rumput enggan menjualnya ke peternak," ujar dia.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES