Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Pencegahan KEK Bisa Dilakukan Sebelum Hamil

Sabtu 17 March 2018 19:29 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Wanita hamil (ilustrasi)

Wanita hamil (ilustrasi)

Foto: Republika/Musiron
Menurut riset 2013 prevalensi risiko KEK pada wanita hamil sebanyak 24,2 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ahli Gizi Rumah Sakit Mitra Keluarga dr Noviani, Sp.GK, menyatakan jika pencegahan risiko kekurangan energi kronis (KEK) atau status kurang gizi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu lama pada ibu hamil bisa dilakukan sebelum kehamilan dengan memilki gizi yang baik.

"Pencapaian dan pengaturan berat badan yang ideal dan penerapan pola hidup yang sehat dan gizi seimbang sebelum, saat dan setelah periode kehamilan supaya kesehatan ibu dan janin optimal," katanya saat pelaksanaan kampanye "Bunda PAS" (Peduli Asupan Sehat) di Surabaya, Sabtu (17/3).

Ia mengemukakan, sesuai dengan data nasional dari Riset Kesehatan Dasar setahun 2013 menunjukkan prevalensi risiko KEK pada wanita hamil sebanyak 24,2 persen. "Sehingga KEK bisa menyebabkan gangguan yang akan terjadi pada kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya," ucapnya.

Selain itu, menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian ibu (AKI) yaitu 305 per 100 ribu kelahiran hidup. "Jumlah ini masih terbilang tinggi walau telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2012, yaitu 359 per 100 ribu kelahiran hidup," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat penyebab utama terjadinya AKI yaitu pendarahan, eklamsia, infeksi serta komplikasi dari aborsi ataupun persalinan. "Eklamsia di sini adalah faktor genetik, kegemukan dan diabetes, berupa peradangan atau inflamasi dalam tubuh yang menyebabkan aliran darah tidak lancar. Tetapi bisa dicegah dengan asupan kebutuhan mikronutrien ibu antara lain dengan antioksidan penting seperti 'fish oil', vitamin C dan E," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, dr Bram Pradipta Sp.OG mengatakan, faktor penting diadakannya kegiatan ini adalah kurangnya pemahaman ibu akan asupan nutrisi yang penting selama masa kehamilan dan menyusui. "Ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin terjadi akibat dari kurangnya asupan nutrisi saat hamil, seperti defisiensi zinc dan magnesium yang dapat menyebabkan preeklamsia dan kelahiran prematur," ucapnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES