Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Kapolda Klaim Kasus Hoaks di Jabar Turun

Rabu 14 Maret 2018 17:50 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Karta Raharja Ucu

Hoax. Ilustrasi

Hoax. Ilustrasi

Foto: Indianatimes
Penurunan itu disebut lantaran polisi menindak tegas setiap pelaku hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, Bandung -- Kasus beredarnya hoaks di media sosial mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto mengklaim, penurunan itu lantaran jajaran Polda Jabar menindak tegas setiap pelaku hoaks.

Selain itu, imbuh dia, jajarannya di lapangan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tak membuat berita hoaks dan menyebarkannya. "Kita bersyukur persoalan hoaks ini mulai bisa diatasi berkat sinergis seluruh elemen masyarakat Jabar," kata Agung kepada Republika.co.id di Mapolda Jabar, Rabu (14/3).

Agung berkata, gerakan melawan hoaks akan terus dilakukan oleh Polda Jabar hingga ke tingkat desa. Ia bahkan terus mengintruksikan jajaran di tingkat polres dan polsek melakukan herakan anti-hoaks secara masif. Tujuannya, imbuh dia, agar masyarakat semakin sadar akan bahaya hoaks.

"Langkah pembinaan dan penindakan tegas dilakukan secara bersamaan. Ini bukan hanya karena menjelang pilkada saja. Tapi akan kita ciptakan sepanjang tahun," tutur dia.

Direktur Rrserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana mengtakan, kasus berita hoaks, di antaranya penganiayaan ulama di Jabar, tercatat sebanyak 21 kasus. Dari jumlah tersebut, kata dia, hanya dua kasus penganiayaan yang terjadi yaitu di Cicalengka, Kabupaten Bandung dan Cigondewah, Kota Bandung. Dari jumlah tersebur yang paling banyak terjadi di wilayah Bogor.

"Mungkin karena jumlah penduduknya juga banyak," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES