Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Kerugian Bencana Awal Tahun di Ciamis Diperkirakan Miliaran

Ahad 11 Mar 2018 02:51 WIB

Rep: Rizky suryarandika/ Red: Esthi Maharani

Warga menunjukkan kerusakan yang terjadi di rumahnya akibat pergerakan tanah di Desa Payung Agung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (5/3).

Warga menunjukkan kerusakan yang terjadi di rumahnya akibat pergerakan tanah di Desa Payung Agung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (5/3).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 20 miliar

REPUBLIKA.CO.ID,  CIAMIS -- Bencana retakan tanah menyebabkan kerusakan pada empat kecamatan di Kabupaten Ciamis Jawa Barat sejak awal tahun 2018. Keempat Kecamatan ialah Panawangan, Panumbangan, Cikoneng dan Rajadesa.

Berdasarkan verifikasi dan penghitungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis ditaksir kerugian materil akibat kejadian itu mencapai Rp 20 miliar. Sebab bencana menyebabkan puluhan rumah mengalami rusak dengan tingkatan berat, sedang dan ringan.

"Kami ketahui (ada rumah penduduk) yang perlu relokasi karena kejadiannya berulang, itu di Kecamatan Panawangan, Rajadesa, Cikoneng dan Panumbangan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani pada wartawan.

Ia menyebut bencana retakan tanah di empat kecamatan itu terjadi secara berulang. Retakan tanah, kata dia bertambah panjang dan lebar saat hujan turun. Dampaknya, banyak rumah warga yang sudah diperbaiki kembali rusak lantaran tanahnya kembali terbelah.

Sebagai upaya pencegahan kerusakan rumah, BPBD menempuh kajian geologi untuk mencari tahu penyebab tanah yang mudah retak ketika hujan. Hasil kajian juga bisa menentukan lokasi teraman dari bencana retakan tanah di empat kecamatan itu. Kemudian lokasi aman itu akan dijadikan tempat untuk merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan.

"Kami himbau kepada masyarakat yang tinggal di lokasi retakan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Bila hujan lebat, alangkah baiknya mengungsi dulu," ujarnya.

Di sisi lain, BPBD juga berupaya melakukan antisipasi bencana. Misalnya dengan mengimbau warga agar tidak melakukan penebangan hutan. Salah satu faktor penyebab bencana didiga lantaran penebangan pohon sembarangan. Khusus warga yang tinggal di dataran tinggi, mereka juga diimbau tidak membuat kolam ikan di dekat rumah karena akan membuat tanah semakin mudah retak.

"Hal itu harus benar-benar diperhatikan. Karena bila kolam ada di atas bukit akan terjadi rembesan air dan memicu kepada retakan tanah juga, mengingat tanah di Kabupaten Ciamis ini labil," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA