Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kadin Jatim Uji Metode Penanaman Apel Seperti di Belanda

Rabu 07 Mar 2018 10:19 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Apel

Apel

Foto: corbis
Uji coba dilakukan di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menguji coba metode penanaman apel yang dilakukan Belanda. Uji coba dilakukan di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Metode penanaman apel tersebut diujicoba dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas apel di wilayah setempat.

Wakil Ketua Bidang Pertanian Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, uji coba sudah berjalan selama tiga bulan terakhir dengan luas lahan penanaman sekitar 1 hektare. Jika uji coba berjalan mulus, maka potensi panen yang dihasilkan sekitar 40 ton.

"Kami sengaja melakukan uji coba dulu menggunakan metode Belanda, sebab petani lokal setempat tidak mau menerapkan metode tersebut karena belum diketahui hasilnya, meski telah diterapkan di Belanda dan sukses," kata Adik di Surabaya, Rabu (7/3).

Adik mengatakan, metode yang digunakan berbeda dengan petani lokal. Perbedaannya terletak pada pengaturan daun tanaman yang dikurangi melalui cara dipotong, agar sinar matahari bisa masuk dan membuat apel lebih baik.

"Kalau petani lokal, pohon atau daunnya dibiarkan rimbun, sehingga matahari tidak masuk dan mempengaruhi buah," ujar Adik.

Adik pun menjelaskan alasan metode penanaman Belanda yang diterapkan. Menurutnya, awal mula tanaman apel di Kota Batu berasal dari Belanda, yang bibitnya dibawa pada masa penjajahan untuk ditanam di Batu.

"Kendalanya saat ini petani lokal tidak mau berspekulasi, sehingga perlu dilakukan uji coba dan ini masih berlangsung selama tiga bulan," kata Adik.

Adik mengakui, dalam uji coba tiga bulan terakhir sudah berjalan bagus karena kondisi tanah yang mendukung. "Beberapa ahli pertanian asal Belanda mengakui kondisi tanah di Batu sudah bagus, dengan penerapan motode tersebut diharapkan hasilnya bisa maksimal," ujar Adik.

Sementara itu, organisasi asal Belanda yang diajak kerja sama Kadin Jatim adalah organinasi nirlaba "PUM Netherland". Kegiatan ini juga melibatkan 25 kelompok tani dari Malang Raya yang mendapat pelatihan atau pendampingan khusus.

Sebelumnya, perwakilan dari Belanda, Country Coordinator PUM Netherland Joost Can Oort mengatakan kerja sama ini tidak hanya akan dilakukan di sektor pertanian apel. Namun juga akan dikembangkan di sektor lainnya seperti peningkatan kinerja UMKM.

"Selain di bidang pertanian, kerja sama ini bisa kita tingkatkan ke sektor atau bidang lainnya seperti UMKM. Harapan kami, kerja sama ini minimal dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Jatim," kata Joost Can Oort.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA