Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Penyebab Longsor Brebes Menurut BNPB

Ahad 25 Feb 2018 11:47 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

Sejumlah petugas dibantu warga melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Salem, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (23/2). Pencarian 15 korban longsor dihentikan akibat terkendala cuaca hujan.

Sejumlah petugas dibantu warga melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Salem, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (23/2). Pencarian 15 korban longsor dihentikan akibat terkendala cuaca hujan.

Foto: Oky Lumansyah/Antara
13 orang masih belum ditemukan dalam bencana longsor di Brebes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut penyebab longsor di Brebes, Jawa Tengah, adalah kemiringan lereng curam. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB menerbangkan drone untuk mengkaji longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Hasil dari pemantauan lewat drone itu, kata dia, mahkota longsor berasal dari perbukitan Gununglio yang berpenutupan lahan sangat baik. Kemudian hutan dengan kerapatan tinggi sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu. Lahan sawah ada di bagian bawah.

Lebar mahkota longsor tercatat sekitar 120 meter. Panjang landaan longsor sekitar 1 kilometer. Tebal longsor antara 5-20 meter. Volume tanah longsor sekitar 1,5 juta meter kubik.

"Penyebab longsor adalah kemiringan lereng curam, struktur tanah sarang yang gembur dan remah, batuan napal di bagian bawah sebagai bidang peluncur, dan hujan sebagai pemicu longsor. Jadi ini murni bencana alam," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (25/2).

Sutopo menyatakan, perbukitan dengan penutup lahan hutan yang bagus seperti itu saja bisa longsor. Apalagi, jika perbukitan itu gundul dan jarang vegetasinya akan sangat mudah longsor.

Ia menambahkan, hingga H+4 pada 25 Februari 2018, sebanyak 750 personil tim SAR gabungan masih mencari korban. Hingga saat ini tujuh tewas, 13 orang hilang, lima orang luka-luka masih dirawat di rumah sakit/puskesmas, dan 984 jiwa mengungsi akibat longsor di Brebes.

"Sebelumnya Posko Tanggap Darurat Longsor Brebes melaporkan sembilan orang tewas dimana tujuh korban sudah diidentifikasi dan dua korban belum dapat diidentifikasi," ujarnya.

Namun, sesuai kesepakatan bersama maka jumlah resmi korban adalah tujuh orang tewas. Beberala potongan tubuh yang belum teridentifikasi saat ini ada di alat pendingin RSU Brebes sampai operasi tanggap darurat selesai dan menunggu hasil tes DNA. Ia mengakui, evakuasi terkendala potensi longsor susulan tinggi, cuaca hujan, beratnya medan, dan terbatas alat berat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA