Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Dishub: Tarif KA Bandara Di Atas Damri

Sabtu 24 Februari 2018 11:55 WIB

Red: Ratna Puspita

Petugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama

Petugas mengecek kondisi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), seusai membuka pembungkus terpal, di Stasiun Simp Haru, Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/2). KRDE dengan nama "Minangkabau Ekspress" yang berkapasitas maksimal 589 penumpang itu sementara disimpan di dipo lokomotif dan akan dilakukan ujicoba pada Senin (26/2).

Foto: Iggoy El Fitra/ Antara
Tarif KA Bandara Internasional Minangkabau Sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar menetapkan tarif Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) - Simpang Haru, Padang, Sumatra Barat, dipastikan di atas tarif moda angkutan lain yang telah lebih dahulu melayani rute tersebut seperti bus Damri. "Tarifnya kemungkinan sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu untuk rute sepanjang 23 kilometer itu," kata Kepala Dishub Sumbar, Amran di Padang, Sabtu (24/2). 

Tarif yang relatif tinggi itu, menurutnya untuk memberikan akses bagi moda angkutan lain yang telah ada khususnya Damri agar tetap bisa beroperasi. "Jika tarifnya lebih rendah dari itu, Damri bisa mati," tambah dia.

Saat ini, tarif Damri dari BIM-Lapangan Imam Bonjol, Padang sebesar Rp23.500 per orang dan melayani dengan durasi waktu tertentu. Meski relatif lebih tinggi dari tarif moda angkutan lain, tetapi Amran menyebutkan tarif itu masih terjangkau oleh masyarakat.

Ini penting karena tujuan pengoperasian angkutan umum adalah memberikan layanan yang terjangkau oleh masyarakat. Kereta api bandara tersebut saat ini telah sampai di Stasiun Simpang Haru Padang dan akan dilakukan uji coba sebelum melayani masyarakat.

Kecepatan kereta api itu nantinya minimal 60 kilometer/jam. Dengan demikian, untuk jarak 23 kilometer dari Stasiun Simpang Haru menuju BIM kemungkinan hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Namun kepastian berapa waktu tempuh dan tarif resminya akan diketahui setelah ujicoba dilakukan dan perlu ada kesepakatan bersama. Terutama menimbang aspek keamanan.

Ia menambahkan, berdasarkan rapat terakhir yang dilakukan dengan pihak perkeretaapian, kemungkinan uji coba sarana dan prasarana akan segera dilakukan. Uji coba bukan hanya untuk kereta api yang akan mengangkut 197 penumpang tersebut.

Jalur yang akan dilintasinya juga diuji coba untuk mengetahui bahwa lintasan sepanjang 23 kilometer, termasuk juga tujuh jembatan yang telah dibangun dari Stasiun Tabing sampai ke Stasiun Duku, aman dilintasi.Sebab dalam sehari KA Minangkabau Expres akan berlalu lalang sebanyak 10 kali di jalur tersebut.

Amran memprediksi pengoperasian KA bandara tersebut bisa lebih cepat dari rencana sebelumnya. Kemungkinan sebelum Mei sudah bisa digunakan pelayanan transportasi yang mengintegrasikan transportasi udara dengan moda angkutan tersebut.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES