Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Jumlah Koperasi di Sleman Alami Penurunan

Jumat 23 February 2018 07:21 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Koperasi dan UKM (ilustrasi)

Koperasi dan UKM (ilustrasi)

Foto: Antara
Untuk mewujudkan koperasi yang baik butuh inovasi dan kreativitas para pengurus.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Rapat Anggota Tahunan Koperasi KP2KS Kabupaten Sleman secara resmi dibuka Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Pertemuan yang dihadiri pengurus, pengawas dan sebagian anggota itu turut melaporkan perkembangan yang terjadi pada koperasi di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Sri menyampaikan kalau rapat anggota tahunan merupakan forum komunikasi antar sesama anggota maupun pengurus untuk menyatukan pandangan. Terutama, tentang cara pengelolaan dan pengembangan koperasi yang lebih baik. "Untuk mewujudkan koperasi yang baik dan mampu berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat tergantung pada profesionalitas para anggota dan pengurusnya," kata Sri di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (22/2).

Lebih lanjut, ia menyampaikan, untuk mewujudkan koperasi yang baik diperlukan inovasi dan kreativitas para pengurus dan anggota. Termasuk, untuk menciptakan terobosan baru guna pengembangan usaha yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan.

Sedangkan, perkembangan koperasi di Kabupaten Sleman sempat alami penurunan. Pada 2016 jumlahnya ada 654 koperasi, tapi pada 2017 tercatat hanya ada 515 koperasi. Sehingga, penurunan yang terjadi cukup banyak. "Namun, meskipun jumlah koperasi berkurang, jumlah anggota mengalami kenaikan, yaitu pada 2016, mencapai 281.027 orang sedang pada 2018 mengalami kenaikan menjadi 282.236 orang," ujar Sri.

Selain itu, dilaporkan jumlah aset juga mengalami kenaikan dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,2 triliun. Dan, sisa hasil usaha (SHU) yang terkumpul dan dibagikan kepada anggota sebesar Rp 21,2 miliar menjadi Rp 29,2 miliar.

Ketua Koperasi KP2KS, Condrosulistyo melaporkan, pada 2017 jumlah anggota sebanyak 3.223 telah aktif. Sedangkan, SHU tutup buku pada 2017 sebesar Rp 63.429.920. Jumlah itu mengalami penignkatan dibandingkan 2016 yang hanya Rp 58.932.606. "Koperasi KP2KS juga telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp 60.500.000, untuk disalurkan kepada anggota yang meninggal dunia serta beasiswa sebanyak Rp 18 juta," kata Condrosulistyo.

Pada kesempatan itu, diserahkan bantuan kepada 36 anak yang terdiri atas 23 anak SD, tujuh anak SLTP dan enam anak SLTA masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Penyerahan secara simbolis dilakukan Wakil Bupati Sleman kepada sebagian siswa-siswa yang hadir. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES