Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Sleman Komitmen Percepat Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Jumat 23 Februari 2018 01:17 WIB

Red: Gita Amanda

Anak-anak sedang bermain di taman bermain (ilustrasi)

Anak-anak sedang bermain di taman bermain (ilustrasi)

Program Kabupaten Layak Anak sudah dikembangkan sejak 2011.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen mempercepat terwujudnya kabupaten layak anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, di Sleman, Kamis (22/2), mengatakan untuk mewujudkan hal ini pihaknya menyelenggarakan Koordinasi Membangun Komitmen Percepatan Terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA). "Kegiatan ini bertujuan untuk membangun komitmen dan kesepakatan bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan LSM guna melakukan upaya percepatan mewujudkan KLA," katanya.

Menurut dia, anak merupakan awal mata rantai yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa depan. Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Untuk mewujudkan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengembangkan Program KLA sejak 2011.

Mafilindati mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2017 menurun dari tahun sebelumnya. "Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2016 sejumlah 499 kasus, dan 2017 sebanyak 471 kasus atau turun sekitar 5,6 persen. Tetap saja masih ada kekerasan dan harus terus dilakukan upaya promotif dan preventif untuk menurunkan kekerasan tersebut," katanya.

Mafilindati mengatakan, saat ini Pemkab Sleman berada pada Strata KLA Madya. Berbagai upaya yang dilakukan DP3AP2KB Kabupaten Sleman dalam rangka mendukung Pembangunan KLA antara lain yaitu pengembangan 17 kecamatan layak anak, 50 desa ramah anak, 70 sekolah ramah anak, 25 puskesmas ramah anak.

"Selain itu juga dilakukan pembentukan Komite Perlindungan Anak di 50 sekolah, Forum Anak Kabupaten, dan 17 Forum Anak Kecamatan, 36 Forum Anak Desa, 15 Satgas PPA, dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencapai kondisi KLA masih harus melewati tiga strata lagi, yaitu Nindya, Utama, dan KLA. Oleh karena itu perlu dilakukan strategi percepatan untuk mewujudkan Kabupaten Sleman Layak Anak.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA