Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Taman Pintar akan Gelar Pameran Batik Keraton

Kamis 22 Februari 2018 13:43 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Taman Pintar Yogyakarta

Taman Pintar Yogyakarta

Foto: WisataYogya
Pameran Batik akan dilaksanakan pada 26 Februari-4 Maret 2018

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman akan menggelar Pameran Batik mengangkat tajuk Cerita Dibalik Goresan Canting. Pameran digelar dalam rangka memperingati Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke-271.

Pameran Batik akan dilaksanakan pada 26 Februari-4 Maret 2018 di Taman Pintar. Pameran yang akan dibuka Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang filosofi, makna dan cerita dibalik pembuatan batik.

Pameran ini akan menampilkan 14 koleksi Batik Keraton Yogyakarta dan 12 koleksi Batik Puro Pakualaman, yang memiliki ciri khas masing-masing. Bati Keraton Yogyakarta di antaranya Ceplok Ratu Raih yang memiliki filosofi Dewi Ratih istri Bathara Kamajaya.

Ceritanya melambangkan keabadian cinta, yang mengilhami terciptanya motif ini dengan harapan wanita yang mengenakan batik ini akan jadi seorang yang setia. Ada pula motif Dodot sepanjang 10 meter yang digunakan Gusti Kanjeng Ratu Bendara saat pernikahan.

Sedangkan, dari Puro Pakualaman akan menampilkan batik koleksi Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam. Semua itu dituangkan dari naskah-naskah kuno yang berasal dari Puro Pakualaman.

Khusus pada Sabtu dan Ahad, mulai 3-4 Maret 2018 akan ditampilkan praktik pembuatan batik di area pameran oleh pebatik tulis dari Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. Tujuannya, menampilkan cara melukis pola batik pada kain mori dengan memakai malam dan canting.

Kasi Humas dan Pemasaran Taman Pintar Yogyakarta, Afia Rosdiana mengatakan, kegiatan ini menyasar segmen masyarakat umum, termasuk di dalamnya kalangan pelajar. Manfaatnya, tentu menanamkan kecintaan dan kebanggaan batik dan menumbuhkan semangat melestarikannya.

"Sekaligus, lebih mengukuhkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia dan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia," kata Afia, Kamis (22/2).

Pameran ini merupakan bentuk upaya Taman Pintar dalam melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Yogyakarta yang memiliki nilai filosofi yang tinggi. Selain itu, Pameran Batik bertujuan menunjukkan budaya/tradisi dan teknologi yang dapat berjalan beriringan dan melengkapi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES