Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Tapin Kembangkan Pariwisata Danau Peranginan Ratu

Kamis 22 Februari 2018 03:40 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pengembangan diharap meningkatkan perekenomian masyarakat setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, TAPIN -- Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, siap mengembangkan pariwisata Danau Peranginan Ratu yang terletak di Desa Lokpaikat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin Hamdan Rosyadi di Rantau, Rabu (21/2), mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan salah satu perusahaan pertambangan untuk menghidupkan kembali danau tersebut.

"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan perusahaan pertambangan dan mereka bersedia mengembangkan kawasan wisata danau itu menggunakan dana sosial kemasyarakatan yang diarahkan ke bidang pariwisata," ujarnya.

Ia mengatakan, melalui pengembangan lokasi wisata yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Rantau diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat sehingga mereka bisa lebih sejahtera.

Dijelaskan, masyarakat bisa mengelola kawasan wisata berupa daerah perbukitan yang mengandalkan kesejukan suasana alam melalui pembentukan badan usaha milik desa yang dikelola bersama seluruh unsur masyarakat setempat.

"Kawasan danau memberikan kesejukan bagi siapa saja yang datang kesana karena banyaknya hembusan angin dan masyarakat bisa mengelolanya melalui pembentukan badan usaha milik desa," ujarnya.

Salah satu warga Desa Lokpaikat Suparman mengatakan, kawasan danau di tengah-tengah perkebunan karet sekitar tahun 1999 sempat menjadi salah satu primadona pariwisata di kabupaten yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Banjarmasin itu.

"Dulu orang ramai mendatangi kawasan wisata danau itu sehingga banyak warga setempat yang berjualan di sekitarnya sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya.

Menurut dia, air danau yang jernih saat itu, membuat banyak warga memanfaatkan airnya untuk kesehatan seperti sumber air minum maupun memenuhi kebutuhan lainnya, tetapi sejak 2005 kawasan danau mulai rusak.

"Kerusakan akibat aktivitas pertambangan tak jauh dari kawasan danau karena limbah material tambang mengalir ke dalam danau sehingga kondisi danau menjadi dangkal dan airnya keruh," ujar dia.

Pantauan di lokasi, kondisi danau memprihatinkan karena airnya keruh bekas material tambang dan kondisi sangat dangkal. Selain itu fasilitas penunjang seperti gazebo rusak bahkan roboh dan jalan menuju danau ditumbuhi rerumputan lebat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES