Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Wisman Enam Negara akan Ikuti Perang Air di Selatpanjang

Kamis 15 February 2018 02:56 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Warga dan wisatawan saling siram pada Festival Perang Air di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,

Warga dan wisatawan saling siram pada Festival Perang Air di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,

Foto: FB Anggoro/Antara
Di antaranya dari Inggris, Jamaika, dan Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID,  SELATPANJANG -- Wisatawan asing dari enam negara berencana untuk melancong ke Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, untuk mengikuti Festival Perang Air pada akhir Februari 2018.

"Tamu yang akan datang berasal dari Inggris, Jamaika, Thailand, Singapura, Malaysia dan Taiwan," kata Ketua Festival Perang Air 2018, Uyung Permadi Salis di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Rabu (14/2).

Sementara itu, wisatawan nusantara dari luar Riau yang akan hadir sejauh ini terdata berasal dari Bandung, Jakarta, Jambi dan Papua.

Selatpanjang merupakan kota di pesisir Riau yang selalu ramai saat perayaan Imlek karena sebagian besar populasi penduduknya adalah keturunan Tionghoa. Namun, perayaan Imlek di Selatpanjang berbeda dengan kota lainnya karena adanya tradisi perang air, atau yang dalam sebutan setempat "Cian Cui". Pemerintah Kabupaten Meranti mengemas "Cian Cui" sebagai festival sejak 2013

Tradisi perang air itu berlangsung setiap sore hari selama enam hari sejak Imlek, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Perang Air tersebut berawal dari permainan anak-anak setempat saat Imlek, dan tidak terkait ritual sehingga semua lapisan masyarakat bisa ikut meramaikannya.

Uyung mengatakan, jumlah wisatawan asing kemungkinan bisa bertambah karena yang terdata adalah mereka yang sudah diakomodir berdasarkan pemesanan kamar hotel. Sedangkan, pada Festival Perang Air hotel-hotel banyak yang penuh, sehingga kemungkinan ada wisatawan asing yang menyewa rumah warga sebagai homestay.

Data panitia perang air dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan, ada sekitar 36.000 wisatawan nusantara dan mancanegara yang ikut menghadiri Festival Perang Air pada 2017 lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar lima persennya adalah turis mancanegara. Jumlah wisatawan meningkat dibandingkan 2016, yang mencapai 16.000 orang.

Para wisatawan biasanya ramai hadir pada Festival Perang Air sejak Imlek ketiga hingga puncak Imlek Keenam yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 21 Februari.

Pada malam tanggal 19 Februari akan diadakan malam pesta budaya yang pembukannya dipusatkan di Taman Cik Puan. Selain itu, pada malam Imlek Keenam, warga setempat biasanya menggelar pesta kembang api yang bisa berlangsung berjam-jam sampai dini hari.

"Kota Selatpanjang sudah bersiap untuk perayaan Imlek. Sejauh ini sudah 7.500 lampion dipasang menghiasi jalan-jalan," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES