Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Warga Sirimau Normalisasi Sungai dengan Sistem Padat Karya

Rabu 14 Februari 2018 14:01 WIB

Red: Agung Sasongko

Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan tersebut dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya.

Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan tersebut dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya.

Foto: istimewa
Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan.

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON -- Warga Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon kini tak perlu waswas akan terjadi banjir ketika air pasang atau musim hujan tiba. Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan tersebut dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, Sungai Wai Hatukau terletak di kawasan padat penduduk sehingga menyulitkan alat berat untuk dapat dilakukan pengerukan. Sehingga, berdasarkan hasil musyawarah Desa tersebut memutuskan untuk memberdayakan masyarakat desa secara padat karya.

"Ini (sungai) kalau pagi kering. Kalau musim hujan, bisa sampai naik ke atas. Sekarang mereka bersihin sampah aja, tapi kalau pagi kering mereka (pekerja) keruk juga," ujarnya kepada wartawan usai meninjau proses pengerjaan normalisasi Sungai Wai Hatukau, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dalam siaran pers Rabu (14/1).

Dana desa tahun 2018 yang diperoleh Desa Batu Merah 2018 sebesar Rp 2 miliar, ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 2,9 miliar. Adapun anggaran dana desa yang digunakan untuk normalisasi sungai sebesar Rp 296 juta. Melalui anggaran tersebut, pekerja yang merupakan warga setempat mendapat upah rata-rata Rp 85 ribu per hari dengan masa kerja 28 sampai 30 hari.

"Sebagian penggunaan dana desa tahun sebelumnya sebenarnya sudah begini (padat karya), cuma masih ada yang pakai kontraktor. Nah sekarang tidak boleh menggunakan kontraktor lagi. Dan, 30 persen (dana desa) itu dipakai untuk membayar upah (proyek dana desa)," ujarnya.

Menteri Eko mengatakan, Kota Ambon adalah salah satu daerah yang tergolong cekatan dalam melaksanakan program padat karya. Ia berharap kabupaten lain dapat segera melakukan hal sama agar proses pembangunan dana desa secara padat karya terealisasi maksimal.

"Dana desa tahap pertama saat ini sudah masuk ke Kota Ambon dan Kota Ambon langsung menyalurkan ke desa-desa. Kita harap semua desa bisa segera melakukan program cash for work (padat karya) karena saya dengar dana desa tahap pertama sudah banyak yang cair," ujarnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES