Rabu, 11 Zulhijjah 1439 / 22 Agustus 2018

Rabu, 11 Zulhijjah 1439 / 22 Agustus 2018

Aktivitas Ekonomi di Sleman tak Terpengaruh Serangan Gereja

Senin 12 Februari 2018 22:49 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta

Foto: ROL/Kingkin JIwanggo
akan dilaksanakan satu apel bertajuk Jogja Damai degan tagar Yogya Ora Wedi.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Sleman khususnya dan DI Yogyakarta baru saja digemparkan dengan amukan seseorang di Gereja Santa Lidwina yang mengakibatkan sejumlah jemaat luka-luka. Namun, aktivitas ekonomi di sekitaran tampak sudah berjalan normal pascainsiden tersebut.

Pedagang Sleman maupun DIY tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan insiden mengamuknya seseorang di Gereja Santa Lidwina yang terjadi Ahad (11/2) lalu. Hal itu dapat terlihat sejak Senin (12/2) pagi. Aktivitas jual dan beli yang biasanya dilakukan masyarakat sudah terlihat di pasar-pasar sekitaran Sleman sejak pagi. Mulai dari Pasar Demangan, Pasar Tugu, sampai pasar-pasar yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.

Senada, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, aktivitas ekonomi di Sleman dan sekitarnya sudah berjalan seperti biasa. Termasuk, di tempat-tempat ikonik yang strategis seperti Tugu dan Malioboro. "Aktivitas ekonomi tidak berhenti, dan memang kita tidak boleh takut," kata Eko saat ditemui di DPRD DIY, Senin (12/2) pagi.

Ia merasa, sebaiknya ada satu gerakan masif di DI Yogyakarta yang menunjukkan kekuatan melawan tindakan teror tersebut. Idenya, akan dilaksanakan satu apel bertajuk Jogja Damai yang mengusung tagar Yogya Ora Wedi.

Hal itu sebenarnya sudah terlihat sejak malam hari peristiwa tersebut terjadi. Eko merasa, itu penting dilakukan demi menunjukkan jika serangan yang terjadi itu benar-benar tidak mencerminkan DIY. "Itu mengkhianati cita-cita keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Eko. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES