Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Longsor Kembali Landa Kuningan

Senin 12 February 2018 16:07 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Jalanan ambles (ilustrasi)

Jalanan ambles (ilustrasi)

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Jalan yang ambles itu sepanjang kurang lebih 20 meter dan lebar tujuh meter.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Bencana tanah longsor terus melanda Kabupaten Kuningan di puncak musim hujan seperti sekarang. Kali ini, longsor melanda RT 01 RW 04 Dusun 2, Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Senin (12/2) pukul 03.00 WIB.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menjelaskan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu dengan intensitas tinggi sejak Ahad (11/2) pukul 18.30 WIB hingga Senin (12/2) pukul00.30 WIB. "Dampak dari longsor itu membuat jalan poros Cimahi - Cibeureum di Desa Sukadanamenjadi ambles," katanya Senin (12/2).

 

Ada pun jalan yang ambles itu sepanjang kurang lebih 20 meter dan lebar tujuh meter. Sedangkan kedalaman jalan yang ambles sekitar 1,4 meter. Kondisi itu membuat akses jalan Cimahi - Cibeureum tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

 

Agus mengungkapkan, masyarakat bersama aparat desa setempat, TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah instansi terkait lainnya telah memasang rambu-rambu peringatan. Selain itu, masyarakat dan petugas juga membuat jalan darurat untuk kendaraan roda dua.

 

Hingga berita ini diturunkan, jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Sedangkan arus lalu lintas untuk kendaraan roda empat dari Cibeuruem arah Desa Sukadana harus melalui Desa Cimahi melewati Desa Gunungsari dan Cimulya.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka sebelumnya telah memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi sepanjang Februari 2018. Warga di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) pun diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang terjadi akibat tinginya intensitas hujan tersebut.

 

Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, di puncak musim hujan, curah hujan akan meningkat hingga lebih dari 300 milimeter per bulan. Menurutnya, potensi curah hujan di puncak musim hujan pun akan lebih sering terjadi hujan sedang hingga lebat.

 

Ahmad mengatakan, di saat puncak musim hujan, berbagai potensi bencana harus diwaspadai. Dia menyebutkan, potensi bencana itu di antaranya berupa banjir, angin kencang, puting beliung dan pohon tumbang. "Khusus Kuningan, juga harus mewaspadai tanah longsor," kata Ahmad. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES