Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Selasa, 3 Zulhijjah 1439 / 14 Agustus 2018

Sopir Angkot di Garut Mogok Massal, TNI Bantu Antar Warga

Senin 05 Februari 2018 08:54 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Truk TNI-Polri disiagakan untuk mencegah penumpukan penumpang terlantar karena aksi mogok angkot Kota Bogor.

[ilustrasi] Truk TNI-Polri disiagakan untuk mencegah penumpukan penumpang terlantar karena aksi mogok angkot Kota Bogor.

Foto: Republika/ Taufiq Alamsyah
Angkot mogok memprotes taksi berbasis aplikasi daring.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut menurunkan kendaraan dinas untuk mengangkut warga Garut, khususnya pelajar, Senin (5/1). Langkah itu diambil menyusul mogok massal kendaraan angkutan perkotaan (angkot) karena menggelar unjuk rasa menentang taksi berbasis aplikasi daring.

Komandan Kodim 0611 Garut Letnan Kolonel Infanteri Asyraf Azis mengatakan, sudah mengetahui rencana mogok masal yang akan dilakukan oleh awak angkutan perkotaan. Sehingga pihaknya berusaha membantu masyarakat agar aktivitasnya tidak terganggu akibat adanya kegiatan mogok massal.

"Saya sudah memerintahlan seluruh anggota, khususnya di Koramil-Koramil yang menjadi pusat kegiatan mogok masal atau banyaknya warga yang biasa menggunakan angkutan umum untuk terjun ke lapangan melakukan mobilisasi ke tempat tujuan warga. Jadi besok (hari ini) seluruh kendaraan dinas kami akan melakukan patroli untuk mengangkut pelajar dan warga dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan seperti sekolah hingga pasar," katanya pada wartawan, Ahad (4/2).

Asyraf meminta supaya masyarakat tidak khawatir terhadap kehadiran transportasi umum. Menurutnya, upaya ini sebagai bentuk bermanunggal dengan rakyat.

"Jadi masyarakat tidak usah khawatir, kami akan membantu masyarakat dengan menggunakan seluruh kendaraan yang kami miliki, mulai kendaraan roda dua hingga roda empat akan diterjunkan," ujarnya.

Ia pun berharap agar selama aksi mogok masal para awak angkutan umum tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

"Jadi saya berpesan silakan saja menyampaikan setiap harapan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang tidak seharusnya, seperti pengrusakan fasilitas umum atau yang lainnya," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES