Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jumat, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Polisi Tetapkan Tersangka Siswa Aniaya Guru Hingga Tewas

Sabtu 03 Feb 2018 07:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi pemukulan.

Ilustrasi pemukulan.

Siswa berinisial HI sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan guru seni rupa.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG — Polres Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, menetapkan siswa berinisial HI sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan guru seni rupa SMA Negeri I Torjun Ahmad Budi Cahyono yang terjadi, Kamis (1/2). Penetapan tersangka setelah polisi menemukan dua alat bukti yang cukup dan memeriksa sejumlah saksi. 

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman dalam keterangan persnya di Mapolres Sampang, Jumat (2/2) malam, mengatakan tersangka HI merupakan murid korban di SMAN 1 Torjun, Sampang. "Penetapan tersangka ini, setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi. Dengan ini kami menyatakan, yang bersangkutan sebagai pelaku pembunuhan guru dan statusnya sebagai tersangka malam ini juga," ujar dia seperti dilansir Antara, Sabtu (3/1). 

Ahmad Budi Cahyono merupakan guru honorer bidang studi kesenian. Ia menjadi penganiayaan muridnya pada Kamis (1/2) siang sekitar pukul 13.00 WIB saat menyampaikan pelajaran seni seni menggambar.

Tersangka HI dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Saat ini, lanjut Budi, tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik di ruang Kanit IV Tipiker untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Tersangka mengakui perbuatanya menganiaya guru sendiri hingga meninggal dunia pada saat pelajaran berlangsung," ujar Budi Wardiman, menjelaskan.

Baca juga: Dua Versi Kronologi Guru Tewas Dianiaya Siswa

Menurutnya, tersangka dalam menjalani proses hukum mendapat pendampingan hukum dari sejumlah pihak. Di antaranya, dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sampang, Psikiater, dan sejumlah Pekerja Sosial.

"Pendampingan hukum ini dilakukan, karena tersangka masih anak-anak atau di bawah umur," katanya, menuturkan.

Sebelumnya, pada Jumat pagi, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di SMA Negeri 1 Torjun dan reka ulang kejadian. Dalam reka ulang pemeran pengganti itu diketahui pelaku memukul mengenai pelipis kanan korban.

Selanjutnya, korban tersungkur ke tanah, dan teman pelaku yang mengetahui kejadian itu, langsung melerai. "Dari kejadian itu korban dan pelaku sempat dibawa ke ruang kepala sekolah mengklarifikasi insiden penganiayaan, mereka saling memaafkan," terang Kapolres Budi.

Dia menambahkan setelah pulang berada di rumahnya, tiba-tiba korban lemas dan muntah-muntah. “Keluarga membawa ke rumah sakit Sampang, tetapi semakin parah akhirnya dirujuk ke Dr Soetomo Surabaya, tapi nyawa tidak tertolong," kata kapolres, menerangkan.

Baca juga: Siswa Pemukul Guru Masih Bisa Ikut Ujian

Kapolres dalam keterangan persnya juga menjelaskan, polisi tidak menemukan tanda-tanda bahwa pelaku sempat mencegat korban di luar sekolah sesuai informasinya yang beredar dan disampaikan sejumlah siswa di SMA Negeri I Sampang itu. "Itu tidak ada korban dicegat ditengah jalan, karena semua sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya, menjelaskan. 

Baca juga: Siswa Pemukul Guru Hingga Tewas Punya Catatan Buruk

 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA