Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Menjajal Peluang Usaha Kuliner di Bali

Sabtu 03 Februari 2018 02:31 WIB

Red: Gita Amanda

Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terhembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12).

Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terhembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Selain sebagai tujuan wisata Bali juga membeli peluang bagi sektor lain.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Bali sebagai tujuan wisata dunia memberi peluang sangat besar bagi sektor pendukung lainnya. Salah satunya membuka tempat kuliner yang presentatif.

"Pulau Dewata memang dambaan setiap orang. Karena itu kami terinspirasi untuk membuka sebuah kafe yang akan menyediakan menu sesuai dengan selera kekinian," kata Wakil Pemilik Kontiki Cafe Yustina Yuliana Wijaya di Denpasar, Jumat (2/2).

Ia mengatakan pihaknya merancang kafe di lokasi strategis di kawasan Panjer, Renon Kota Denpasar tersebut dengan konsep elegan, dan juga tersedia ruang pertemuan. Dengan konsep tersebut diharapkan para pengunjung atau konsumen akan dapat menikmati kuliner sesuai dengan selera pilihan dan dihibur musik.

Yustina lebih lanjut mengatakan tempat tersebut sangat pas untuk bersantai, tongkrongan anak muda sambil menikmati aneka kuliner, juga cocok untuk membahas kegiatan bisnis. "Tempat ini sangat strategis dan nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Sehingga pengunjung yang datang bisa santai, menikmati kuliner atau sambil membicarakan usaha dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan kafe tersebut juga menyediakan ruang santai terbuka di lantai tiga untuk menikmati suasana Denpasar di malam hari. Kafenya terbilang cukup luas karena memiliki kapasitas 170 kursi ini juga didukung tempat parkir yang memadai. Areal parkir juga siap menampung pengunjung yang menggunakan bus.

Yustina menjelaskan Kontiki Cafe dilengkapi berbagai fasilitas seperti peralatan musik (sound system), proyektor untuk kegiatan presentasi pertemuan (rapat). "Keunggulan kami yang lain juga soal pelayanan (hospitality). Jadi kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung," ucapnya.

Ia mengatakan sesuai dengan semboyan perusahaan "We Serve by Heart" atau melayani dengan hati. Jadi setelah mereka pulang dari sini akan merasa senang dan punya kenangan indah saat berkumpul dengan teman-temannya.

"Pengunjung selain menikmati kuliner yang dijamin kesegaran dan higienitasnya, juga ada sajian martabak dan terang bulan aneka rasa. Soal harga kami sangat kompetitif sehingga bisa dinikmati berbagai kalangan," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 Juni 2018, 11:38 WIB