Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Bencana Landa Tujuh Kecamatan Sukabumi, Belasan Rumah Rusak

Selasa 16 Jan 2018 08:02 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

Longsor. Ilustrasi

Longsor. Ilustrasi

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dalam beberapa hari terakhir terjadi sejumlah bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dampaknya, belasan rumah warga mengalami kerusakan dan akses jalan tertimbun longsor.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, sejak Sabtu (13/1) hingga Senin (15) tercatat sebanyak tujuh bencana di tujuh kecamatan Sukabumi. Kasus bencana terbanyak adalah angin kencang yang terjadi pada Sabtu di lima kecamatan berbeda.

 

Angin kencang terjadi di lima kecamatan yakni Jampang Kulon, Nyalindung, Sukalarang, Cikembar, dan Gunungguruh, terang Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman kepada wartawan Selasa (16/1). Akibatnya lanjut dia dilaporkan sebanyak dua unit rumah mengalami rusak berat di Kecamatan Jampang Kulon dan Nyalindung.

 

Selain itu kata Eka, sebanyak sembilan unit rumah lainnya mengalami rusak ringan. Warga yang terdampak bencana angin kencang ini mencapai sebanyak 11 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 31 jiwa.

 

Eka menerangkan, bencana lainnya yang menerjang Sukabumi adalah tanah longsor yang terjadi di Jalan Raya Cisarakan-Cigaru, Desa Loji Kecamatan Simpenan pada Senin pagi. Dampaknya kata dia sarana jalan tersebut untuk sementara belum bisa dilintasi kendaraan roda empat. Hingga kini petugas gabungan masih melakukan pembersihan material longsor.

 

Terakhir lanjut Eka, bencana kebakaran yang terjadi di Kampung Cipancur RT 03 RW 05 Desa/Kecamatan Ciemas pada Senin pagi. Dalam peristiwa itu satu unit rumah yang dihuni satu KK yang terdiri atas empat jiwa ludes terbakar. 

 

Warga yang terbakar rumahnya itu kata dia kini telah mengungsi ke rumah saudaranya yang terdekat. Penyebab terjadinya kebakaran diduga dari hubungan pendek arus listrik.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA