Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Pemkab Cianjur Sosialisasi Hilangkan Perilaku LGBT

Senin 15 Januari 2018 18:03 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Winda Destiana Putri

Tolak pesta seks gay (ilustrasi)

Tolak pesta seks gay (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Pemerintah Kabupaten Cianjur menyikapi serius terungkapnya pesta seks gay di kawasan Cipanas pada Sabtu (13/1) lalu. Salah satunya dengan menggiatkan sosialisasi untuk menghilangkan perilaku atau kelakuan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Saya prihatin dan mengucapkan terimakasih ke Polres Cianjur yang telah berhasil memergoki perilaku LGBT di salah satu vila Cipanas, ujar Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan Senin (15/1) siang. Fenomena ini lanjut dia menyebabkan pemkab dan warga Cianjur merasa terpukul.

 

Oleh karena itu kata Herman, selepas kejadian ini pemkab menggencarkan sosialisasi untuk menghilangkan perilaku LGBT di tengah masyarakat. Pada Senin ini misalnya pemkab melakukan sosialisasi ke sekolah utuk mencegah generasi muda mengarah pada perilaku LGBT.

 

Namun diakui Herman, jumlah warga Cianjur ang memiliki perilaku menyimpang khususnya LGBT masih banyak. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur menyebutkan jumlah orang yang LGBT mencapai sebanyak 1.640 orang.

 

Data ini ungkap Herman telah didasarkan nama dan alamat yang lengkap. Dari jumlah tersebut lanjut dia sekitar 80 persennya telah dilakkan tes HIV dan menyimpulkan sekitar 10 persen positif HIV-AIDS.

 

Kondisi ini menjadi beban bagi Cianjur, imbuh Herman. Ke depan kata dia pemkab berharap jumlah warga Cianjur yang ditengarai LGBT tidak bertambah lagi. Caranya dengan menggiatkan sosialisasi yang melibatkan media massa, majelis ulama Indonesia (MUI) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

 

Terkait aplikasi sistem android yang mewadahi LGBT kata Herman pihaknya akan mencegah anak-anak masuk ke dalam aplikasi tersebut. Selama ini kata dia ada sebagian pelajar yang awam dan masuk ke dalam komunitas tersebut. Pasalnya kata dia mereka tidak mengetahui bahaya dari perilaku LGBT.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES