Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Sumbar Gencarkan Penggunaan Slogan 'Taste of Padang'

Senin 15 Jan 2018 03:14 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Indira Rezkisari

Jam Gadang, salah satu obyek wisata di Sumatra Barat.

Jam Gadang, salah satu obyek wisata di Sumatra Barat.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mendorong para pelaku industri pariwisata untuk mulai menggunakan branding 'Taste of Padang'. Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, mengatakan bahwa panduan mengenai penggunaan logo dan slogan, termasuk kapan bisa dipakai, pemasangan pada papan iklan, hingga pemanfaatan oleh penggerak wisata, akan diberikan lebih lanjut oleh Kementerian Pariwisata.

"Namun sambil menunggu Kemenpar merampungkannya, saya harap semuanya mulai menerapkan (pemasangan branding)," ujar Oni, Ahad (14/1).

Oni juga menyadari bahwa penggunaan branding 'Taste of Padang' sejak awal menuai pro dan kontra. Menanggapi hal ini, ia menanggapinya sebagai proses pembangunan yang lumrah.

Terlepas dan kontroversi yang muncul, Oni mengingatkan bahwa branding 'Taste of Padang' sudah melalui pembahasan panjang yang melibatkan Pemda dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Sumatra Barat. "Ada pro kontra biasa, silakan saja. Namun ini kan proses yang sudah kita jalankan," katanya.

Kementerian Pariwisata sendiri direncanakan akan meluncurkan 5 branding baru untuk lima kota di Indonesia pada bulan Maret-April 2018 ini. Tahun lalu, sudah ada 10 branding untuk sepuluh kota yang diluncurkan Kemenpar.

"Padang menjadi salah satu yang dilaunching. Kami harap setelah diluncurkan, Kemenpar ikut mempromosikan di level internasional," kata Oni.

Selama tiga tahun belakangan, Sumatra Barat memang mencoba membangkitkan potensi pariwisata yang ada, terutama melalui pengembangan wisata halal. Kesadaran akan potensi wisata ini juga diwujudkan dengan perbaikan fasilitas pariwisata di destinasi-destinasi unggulan seperti Gunung Padang atau Bukit Siti Nurbaya, kawasan wisata Mandeh di Pesisir Selatan, hingga Kota Bukittinggi yang juga mempercantik diri.

Dinas Pariwisata Kota Padang mencatatkan adanya kenaikan jumlah kunjungan wisata pada 2017 lalu sebesar 29 persen, dengan angka 3,6 juta wisatawan. Tahun 2018 ini ditargetkan jumlah kunjungan wisata mampu menyentuh 3,8 juta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA