Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Mesuji Bangun Rumah Warga Miskin dengan Anggaran Rp 27 M

Sabtu 13 Januari 2018 07:09 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andi Nur Aminah

Bedah rumah warga miskin

Bedah rumah warga miskin

Foto: Republika/Aditya Pradana

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemkab Mesuji memprogramkan bantuan pembangunan rumah layak huni (Baperlahu) melalui APBD 2018 sebesar Rp 27 miliar. Baperlahu tersebut diperuntukkan bagi rakyat miskin yang tidak punya rumah dan rehabilitasi rumah warga tidak layak.

Bupati Mesuji Khamami mengatakan, bagi rumah tangga miskin yang tidak memiliki tanah dan rumah yang layak, Pemkab Mesuji akan membangun rumah di atas tanah milik desa dan berlaku seumur hidup. "Status rumah milik desa, jadi tidak bisa diperjualbelika," kata Khamami, Jumat (12/1).

Menurut dia, Pemkab Mesuji menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah warga miskin dengan Rp 32 juta per rumah untuk 400 rumah. Sedangkan program sasaran rumah papan, pemkab menyiapkan Rp 15 juta per rumah untuk pembelian material untuk 900 unit rumah.

Dalam program Baperlahu tersebut, pemkab memprioritaskan rumah bagi orang tua jompo dan janda tua, yang tidak bisa berbuat banyak lagi. Selebihnya, warga miskin dan warga yang rumahnya tidak layak akan dibangun menjadi layak huni.

Warga miskin yang tidak memiliki rumah, diberikan gratis menempati rumah layak huni dengan status tanah dan bangunan milik desa. "Kami ingin memberikan solusi bagi warga miskin agar dapat hidup layak," kata mantan anggota DPRD Lampung tersebut.

Program Baperlahu tersebut, ia mengatakan menjadi program unggulan Pemkab Mesuji untuk membantu warga yang tidak mampu dalam perumahan. Program tersebut untuk mengentaskan rumah yang kurang layak menjadi layak huni dan bisa ditempati dengan sehat.

Selain itu, program Baperlahu tersebut setelah memperhatikan banyak satu rumah ditempati empat sampai lima kepala keluarga, sehingga dapat memengaruhi kehidupan keluarga yang bersangkutan untuk lebih maju dan sejahtera. "Ada satu rumah dihuni lima kepala keluarga," ujarnya.

Pemkab Mesuji telah mencanangkan program tersebut sejak tahun 2013. Hingga akhir Desember 2017, program Baperlahu tersebut telah berhasil membangun sebanyak 6.939 rumah bagi masyarakat sasaran. Tahun lalu, bantuan diberikan kepada 699 KK terdiri 250 KK untuk khusus orang tua jompo dan 449 bagi masyarakat sasaran secara stimulan.

Pada tahun 2018 yang akan datang anggaran yang dialokasikan direncanakan akan meningkat menjadi Rp 35 miliar. Pemkab Mesuji juga menerima bantuan dari APBN, yakni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Surga Dunia Raja Ampat

Ahad , 19 Agustus 2018, 07:00 WIB