Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Angin Kencang Rusak Dua SD di Jember

Senin 08 Jan 2018 02:11 WIB

Red: Hazliansyah

Angin kencang. Ilustrasi

Angin kencang. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Dua ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondokrejo 5, Kabupaten Jember, Jawa Timur, rusak diterjang angin kencang atau puting beliung yang melanda daerah setempat, Ahad sore.

"Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga sore hari disertai angin kencang di Kecamatan Tempurejo menyebabkan sejumlah rumah dan ruang kelas SDN Pondokrejo 5 mengalami kerusakan sedang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember.

Menurutnya angin puting beliung melanda Dusun Pondokmiri-Desa Pondokrejo dan Dusun Mandigu-Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana tersebut.

"Berdasarkan pendataan sementara, angin kencang itu merusak bangunan ruang kelas SDN Pondokrejo 5 di Desa Pondokrejo, dan dua rumah di Desa Sidodadi milik warga bernama Safa (70) dan Atim Junaidi (58)," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, angin puting beliung juga menumbangkan beberapa pohon jati dan sengon di wilayah setempat, sehingga Tim Reaksi Cepat BPBD bersama Polsek, perangkat desa dan masyarakat menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan di lapangan.

"Lokasi terdampak bencana angin puting beliung yang terpencar membuat proses 'assessment' menjadi agak terhambat dan kami melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait dengan kerusakan ruangan kelas di SDN Pondokrejo 5," katanya.

Sebelumnya angin puting beliung menerjang sejumlah kawasan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Jenggawah, Ambulu, dan Balung yang menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat pada Jumat (5/1).

Heru mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman angin puting beliung yang tidak bisa diprediksi dan dapat terjadi sewaktu-waktu, bahkan angin kencang tersebut berpotensi terjadi di 31 kecamatan di Kabupaten Jember.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA