Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Laguna Trisik Diusulkan Gantikan Pantai Glagah dan Congot

Ahad 07 Januari 2018 03:17 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Rencana pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Pantai Glagah, Kulon

Rencana pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Pantai Glagah, Kulon

Foto: www.frontroll.com

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengusulkan pengembangan laguna di kawasan Pantai Trisik sebagai wisata baru pengganti Pantai Glagah dan Congot.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kulon Progo Rohedy Goenoeng di Kulon Progo, Sabtu (6/1), mengatakan sampai detik ini, Pemkab Kulon Progo berusaha mempertahankan objek wisata Pantai Glagah dan Pantai Congot, meski masuk dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) New Yogyakarta International Airport yang dibangun PT Angkasa Pura I.

"Sampai saat ini, PT AP I belum memberikan lampu hijau tetap dipertahankannya Pantai Glagah dan Congot sebagai objek wisata. Semberi menunggu persetujuan AP I, kami mengusulkan pengembangan laguna di Pantai Trisik sebagai wisata baru, sehingga saat bandara beroperasi, Kulon Progo tidak kehilangan momentum," kata Rohedy.

Menurut dia, laguna di Pantai Trisik sangat bagus, apalagi di kelilingi tambak udang yang dikembangkan oleh masyarakat. Laguna Pantai Trisik bisa menjadi wisata kuliner ikan laut dan wisata alam.

"Pengembangan laguna di Pantai Trisik bisa dilakukan oleh pihak ketiga, bisa masyarakat, bisa investor, nanti pemkab membuat regulasi kontribusi kepada pemkab. Hal ini untuk mensiasati keterbatasan APBD untuk pengembangan objek wisata baru," katanya.

Menurut dia, 2018 ini merupakan memontem bagus mengembangkan laguna di Pantai Trisik. Jangan sampai bandara beroperasi, wisatawan semua lari keluar Kulon Progo, seperti Bantul dan Gunung Kidul. "Pantai Trisik berada di jalur jalan lintas selatan (JJLS). Sehingga, sangat potensi sebagai wisata pantai andalan Kulon Progo ke depannya," katanya.

Rohedy mengatakan kawasan selatan masih sangat seksi untuk pengembangan wisata baru. Hal ini didukung infrastruktur jalan yang bagus dan akses jalannya mudah. Berbeda dengan pengembangan Bukit Menoreh yang membutuhkan modal besar, dan akses jalan juga sulit.

"Jangka panjang pengembangan Bukit Menoreh sangat bagus, tapi Kulon Progo harus menangkap peluang wisata dengan cepat, maka salah satu solusinya pengembangan Trisik," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 Agustus 2018, 11:11 WIB