Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Cuaca Buruk Diperkirakan Landa Wilayah Seputar Cirebon

Kamis 28 December 2017 09:55 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Cuaca buruk.     (ilustrasi)

Cuaca buruk. (ilustrasi)

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Cuaca buruk diprakirakan akan melanda Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning) saat sore hari menjelang pergantian tahun baru, Ahad (31/12) sore mendatang. BMKG pun akan selalu memperbaharui informasi mengenai perubahan cuaca.

 

Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi,Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, semula, Wilayah Ciayumajakuning berpotensi dilanda hujan lebat, angin kencang dan petir saat malam pergantian tahun baru. Namun, dengan dinamika atmosfer yang kini berubah, maka potensi cuaca buruk itu diprakirakan terjadi pada sore harinya (31/12).

 

"Untuk malam harinya (saat pergantian tahun), cuaca berpotensi berawan hingga hujan ringan," ujar pria yang biasa disapa Faiz itu, kepada Republika.co.id, Kamis (28/12).

 

Faiz mengakui, kondisi cuaca bisa cepat berubah karena dinamika atmosfer juga bisa berubah setiap saat. Karena itu, BMKG akan selalu memperbarui informasi cuaca setiap ada kondisi cuaca yang berubah signifikan/buruk.

 

Sementara itu, perayaan Warsa Enggal yang biasa diadakan Kasultanan Kasepuhan di Goa Sunyaragi Kota Cirebon setiap malam pergantian Tahun Baru, untuk tahun ini tidak akan dilaksanakan. Hal itu menyusul adanya prakiraan cuaca yang sebelumnya menyebutkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir di malam pergantian tahun nanti.

 

"Dengan adanya prakiraan badai hujan, maka Warsa Enggal untuk tahun ini ditiadakan, " kata Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, dalam siaran persnya, Rabu (27/12).

 

Ditiadakannya acara Warsa Enggal itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, acara tersebut  diadakan di Panggung Budaya Goa Sunyaragi, yang merupakan alam terbuka, sehingga kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap jalannya acara.

 

Selama ini, Warsa Enggal di GoaSunyaragi biasa diadakan setiap 31 Desember malam hingga 1 Januari dini hari. Dalam acara itu, ditampilkan berbagai kesenian tradisional Cirebon dan doatutup tahun oleh penghulu keraton serta semarak kembang api.

 

Sultan Sepuh pun meyampaikan permohonan maaf dengan tidak diselenggarakannya acara tersebut pada akhir tahun ini. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mengapresiasi Taman Gua Sunyaragi dan pagelaran kesenian Cirebon.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES