Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Friday, 18 Syawwal 1440 / 21 June 2019

Pemkot Padang Minta Wisatawan Segera Lapor Kalau ''Dipalak''

Selasa 26 Dec 2017 17:03 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Gita Amanda

Wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Cimpago dan Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatra Barat pada Senin (25/12). Pemkot Padang mencatat, kunjungan wisatawan pada akhir 2017 ini naik 30 persen dibanding tahun lalu.

Wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Cimpago dan Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatra Barat pada Senin (25/12). Pemkot Padang mencatat, kunjungan wisatawan pada akhir 2017 ini naik 30 persen dibanding tahun lalu.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat mengimbau wisatawan untuk segera lapor polisi atau Satuan Polisi Pamon Praja (Satpol PP) yang bertugas bila menemukan pedagang, tukang parkir, atau oknum di lokasi wisata yang terindikasi melakukan pemaksaan harga. Bahasa populernya, pemalakan. Aksi pemalakan di lokasi wisata dikhawatirkan semakin marak memasuki musim liburan akhir tahun 2017 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi menyebutkan, pihaknya sudah mengantisipasi aksi pemalakan terhadap pengunjung dengan berkoordinasi dengan aparat keamanan. Menurutnya, bentuk premanisme dan pemalakan juga rawan dilakukan di restoran atau warung yang tidak memasang tarif harga. Pengunjung sendiri diingatkan lebih bijaksana untuk memastikan harga produk yang akan dibeli sebelum memesan.

"Laporkan jika menemui hal tersebut. Karena dengan cara seperti itu (melaporkan), para pelaku baru dapat diproses secara hukum," ujar Medi, Selasa (26/12).

Medi menyebut, pihaknya akan segera bertindak jika ada surat laporan yang diterbitkan kepolisian. Sebab menurutnya, pemerasan atau pemalakan merupakan delik aduan.

"Korban secara pribadi harus membuat laporan polisi kecuali anak dibawah umur," jelasnya..

Medi menekankan, pihaknya berkomitmen akan mengganti kerugian yang dialami wisatawan. Semuanya, katanya, tentu dengan syarat korban bersedia membuat laporan kepolisian. "Pos polisi dapat ditemukan di sejumlah titik di tiap objek wisata," katanya.

Di sisi lain, Medi menyebut bahwa para pedagang di tempat wisata sudah seharusnya mengutamakan pelayanan, termasuk memasang tarif harga untuk menu makanan di warung, kedai, atau restoan.

"Serta harus menyediakan daftar harga serta kebersihan dagangan," katanya.

Medi menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD, kepolisian, Basarnas, Dinas Perhubungan, serta camat dan lurah. Langkah ini dilakukan agar masing-masing instansi pemerintah tersebut memantau tiap objek wisata.

"Kami berharap dengan begitu pengunjung akan merasa nyaman di sini," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengingatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Kota Padang untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang sendiri sedang mempersiapkan kegiatan di setiap kecamatan agar konsentrasi massa dalam perayaan tahun baru tidak berada di satu titik saja. "Mari kita isi perayaan tahun baru dengan tausiah, tabligh akbar dan muhasabah di masjid dan musala," ajak Mahyeldi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA