Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Tuesday, 3 Zulhijjah 1439 / 14 August 2018

Pariangan Simpan Potensi Naskah Kuno

Jumat 22 December 2017 13:46 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Beragam koleksi naskah kuno dipamerkan dalam Festival Naskah Nusantara III di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin (25/9).

Beragam koleksi naskah kuno dipamerkan dalam Festival Naskah Nusantara III di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin (25/9).

Foto: Republika/Andrian Saputra

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Pakar naskah kuno (filolog) Universitas Andalas Padang Sumatra Barat, Dr Pramono menilai Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar memiliki potensi naskah kuno yang sudah lama tersimpan di daerah tersebut.

"Potensi khazanah Islam di Pariangan cukup besar, terutama di bidang manuskrip atau naskah kuno," katanya saat dikonfirmasi di Batusangkar, Jumat (22/12).

Ia menyebutkan beberapa waktu lalu ditemukan 30 naskah kuno di Surau Parak Laweh yang ada di kawasan Nagari Pariangan.

Manuskrip tersebut memiliki isi yang beragam, mulai dari obat-obatan, sastra, sejarah serta keagamaan. Manuskrip keagamaan sendiri terbagi pada beberapa jenis, seperti naskah tasawuf, fiqih dan lain-lain. "Itu baru ditemukan pada satu surau, sementara di daerah tersebut terdapat banyak surau, dahulunya di daerah Pariangan terdapat lebih dari 80 surau," ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa naskah kuno di daerah tersebut tidak hanya ada di surau, akan tetapi masih banyak naskah yang tersimpan sendiri oleh masyarakat.

Menurutnya naskah-naskah serta arsip yang ada di tangan masyarakat tersebut hingga saat ini masih belum bisa diakses, sebab masyarakat masih belum terbuka memberikan naskah tersebut. "Dengan potensi tersebut, bahkan di Pariangan bisa didirikan sebuah museum mini cagar budaya yang berisikan naskah serta arsip," kata dia.

Selain itu ia menambahkan keunikan lain yang dimiliki Pariangan adalah keberadaan tiga aliran tarikat yang saling berdampingan, yaitu Tarikat Syatariyah, Tarikat Naqshabandiyah dan Tarikat Samaniyah.

Sebelumnya Ketua Teknis Kajian Pengembangan Kawasan Pariangan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar, Azwar mengatakan pihaknya telah melakukan kajian pengembangan terhadap beberapa surau yang ada di sekitar Masjid Ishlah Pariangan.

"Salah satu langkah dalam kajian pengembangan adalah penelitian dengan merangkai kembali sejarah Pariangan berdasarkan peninggalan-peninggalan yang ada," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES