Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wakil PM Inggris Diminta Mundur Terkait Skandal Pornografi

Kamis 21 December 2017 10:00 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Damian Green,

Damian Green,

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May memaksa wakilnya, Damian Green, untuk mengundurkan diri pada Rabu (20/12). Penyelidikan internal menemukan Green telah mengakses konten pornografi yang ditemukan di komputer di kantornya.

Pengunduran diri salah satu rekan yang paling dipercaya oleh PM Inggris ini telah menjadi pukulan berat saat May tengah menyelesaikan perundingan Brexit yang berliku-liku. Green selama ini telah membantu menenangkan partainya yang terpecah belah.

Green yang telah memilih agar Inggris tetap berada di Uni Eropa, ditunjuk sebagai wakil perdana menteri enam bulan lalu. Ia membantu kepemimpinan May setelah May kehilangan suara mayoritas di parlemen pada pemilihan Juni lalu.

Namun masa depan Green di pemerintahan terguncang setelah bulan lalu surat kabar Sunday Times melaporkan, polisi telah menemukan skandal pornografi di komputer kantornya di Gedung Parlemen pada 2008. Green mengatakan laporan itu tidak benar.

May meminta sebuah penyelidikan, yang kemudian dilakukan oleh pejabat senior pemerintah. Hasil penyelidikan itu membantah pernyataan Green bahwa dia tidak mengetahui mengenai materi tak senonoh itu.

Penyelidikan internal menemukan, tindakannya sebagai menteri tak tepat dan profesional. Namun telah ditemukan dua pernyataan yang dibuat oleh Green pada 4 dan 11 November yang tidak akurat dan menyesatkan.

"Pernyataan ini merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Menteri. Green telah mengakuinya," ujar laporan penyelidikan tersebut.

Keputusan yang dikeluarkan Downing Street menyatakan, Green telah melanggar peraturan yang mengatur perilaku menteri. "Saya menyesal telah diminta untuk mengundurkan diri dari pemerintahan, menyusul adanya pelanggaran Kode Etik Menteri, dan saya minta maaf," kata Green dalam sebuah surat kepada May.

Green (61 tahun) menambahkan, dia tidak mengunduh atau melihat konten pornografi di komputer parlemennya. Dia mengatakan seharusnya dia memberikan pernyataan lebih jelas sebelum ceritanya menyebar.

Dia telah menjadi menteri ketiga May yang mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya Menteri Pertahanan May juga mengundurkan diri pada November lalu, dengan alasan perilaku masa lalunya berada di bawah standar yang dipersyaratkan.

Menteri Bidang Bantuan Internasional May juga mengundurkan diri sepekan kemudian setelah mengakui telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Israel.

Setelah mengalami kekacauan pascapemilihan yang gagal, May meminta bantuan Green. Green diminta untuk menstabilkan jabatan perdana menteri dan menenangkan orang-orang di dalam Partai Konservatif yang menginginkan May untuk mengundurkan diri.

S

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES