Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

PPP Bantu Korban Gempa di Jawa Barat

Sabtu 16 December 2017 23:30 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Karta Raharja Ucu

Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

Foto: Antara/Adeng Bustomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) turut prihatin kepada korban bencana gempa berkekuatan 6,9 skala richter yang mengguncang wilayah bagian Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Jumat (15/12) malam. Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengatakan elemen PPP yang berada di Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya, telah turun tangan untuk membantu korban gempa.

"Elemen-elemen PPP di Tasik mulai turun tangan, kebetulan Bupati dan Walkot Tasikmalaya dari PPP," kata Arsul Sani ketika dihubungi Republika.co.id, Sabtu (16/12).

Wasekjen PPP Achmad Baidowi, juga mengatakan, DPP PPP melalui DPW Jawa Barat, khususnya DPC Pangandaran dan anggota DPR dari fraksi PPP akan menggalang dana untuk membantu para korban. Achmad menegaskan, aksi tersebut sifatnya hanya untuk membantu korban yang terkena bencana. Sehingga, katanya, tidak ada niat untuk politisasi apapun.

"Untuk itu kami hanya membantu umat manusia, solidaritas terhadap para korban. Dan Insha Allah, DPW Jawa Barat mulai hari ini sudah bergerak menginstruksikan kepada elemen yang terdekat dengan titik lokasi bencana," kata Baidowi.

Politikus yang akrab disapa Awie itu juga mengapresiasi BMKG, BNPB dan BPBD yang tanggap darurat pascabencana. "Dan kami apresiasi (pemerintah), kemaren sudah ada peringatan dini tsunami, ketika ada gempa disusul peringatan dini tsunami, sehingga warga mempersiapkan diri mencari tempat yang lebih aman," ucap dia.

Awie juga mengimbau, agar pemerintah segera menanggulangi korban bencana, dengan menurunkan bantuan bagi korban dan difasilitasi, agar tidak terjadi trauma yang berkepanjangan. Selain itu, ia juga mengatakan agar adanya mitigasi atau pencegahan terhadap kemungkinan bencana yang akan datang.

"Dan kedua ada mitigasi bencana, dalam artian pencegahan terhadap bencana pengetahuan kepada masyarakat, itu juga penting untuk selalu di sosialisasikan. Saya kira hal-hal pendeteksian dini itu juga perlu ke depannya," ujar pria kelahiran Banyuwangi ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES