Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Kodam IV Diponegoro Tanam 35 Ribu Pohon

Rabu 13 Desember 2017 18:48 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Hazliansyah

Ilustrasi Penanaman Pohon Mangrove

Ilustrasi Penanaman Pohon Mangrove

Foto: Foto : MgRol_93

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Infantri ke-72, jajaran prajurit TNI AD di lingkungan Kodam IV Diponegoro menyelenggarakan gerakan penghijauan. Gerakan ini, antara lain dilakukan di lereng selatan Gunung Slamet, Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.

Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, memimpin langsung pelaksanaan penghijauan dengan menanam 35 ribu bibit pohon buah-buahan. Selain diikuti para prajurit, kegiatan penanaman bibit pohon juga diikuti berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Banyumas.

Saat memimpin apel sebelum kegiatan penanaman, Pangdam berharap agar bibit pohon yang sudah ditanam dilakukan perawatan dengan benar.

"Masyarakat harus merawat pohon yang sudah ditanam. Jangan setelah ditanam, kemudian ditinggalkan begitu saja. Kalau seperti itu, bibit tanaman pasti mati," jelasnya.

Mengutip istilah yang digunakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pangdam berharap bibit yang ditanam tidak seperti es lilin. "Bibit pohon yang ditanam mencair seperti es lilin, atau mati tanpa bekas," katanya.

Dia menyatakan, pemerintah saat ini telah mencanangkan aksi penanaman 1 miliar bibit pohon. Program penananam pohon sebanyak itu, dimaksudkan agar tidak ada lagi lahan kritis di Indonesia.

"Dengan gerakan penananam pohon sebenyak itu, mestinya tidak ada lagi gunung yang gundul. Karena itulah, saya berharap setelah bibit pohon ditanam, dilakukan perawatan dengan benar sehingga bibit bisa tumbuh subur," katanya.

Kepada wartawan, Pangdam mengatakan khusus lahan di Desa Ketenger sebenarnya tidak termasuk lahan gundul. Namun penanaman tetap dilakukan di desa ini karena kebanyakan pohon yang ditanam merupakan pohon yang diambil kayunya.

"Pada saatnya, pohon yang ada pasti ditebang untuk diambil kayunya," tambahnya.

Untuk itu, atas permintaan warga juga, pada gerakan penamanan kali ini, bibit pohon yang ditanam kebanayakan merupakan bibit pohon buah-buahan.

"Hampir 95 persen bibit yang ditanam merupakan pohon buah-buahan. Mudah-mudahan dalam waktu 5-6 enam tahun sudah berbuah, sehingga hasilnya bisa dinikmati masyarakat," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES