Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Kemendes Promosikan 6 Wilayah Perbatasan ke Investor

Selasa 05 Dec 2017 18:11 WIB

Red: Ratna Puspita

Pos Jaga Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Ilustrasi)

Pos Jaga Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mempromosikan enam wilayah perbatasan ke beberapa investor agar dapat dikembangkan potensinya.

Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Maks Yoltwu mengatakan promosi itu sebagai bagian dari tugas kementerian untuk mengentaskan daerah tertinggal dan kawasan perbatasan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Promosi enam daerah, Maks mengatakan, dilakukan melalui diskusi panel forum bisnis dan pameran produk di Hotel Garden Palace, Surabaya.

Enam daerah perbatasan itu, Maks menyebutkan, masing-masing Nunukan, Kapuas Hulu, Belu, Rote Ndao, Morotai dan Maluku Tenggara Barat. "Kami berharap melalui promosi ini masing-masing daerah perbatasan dapat dikembangkan sesuai potensinya," kata dia di Surabaya, Selasa (5/12). 

Dia mengatakan promosi melalui forum ini merupakan kelanjutan dari "Border and Invesment Summit" 2015, dan Forum Bisnis dan Investasi Daerah Perbatasan 2016 (Border Business and Invesment Forum 2016) di Jakarta. "Kami selain mengundang para calon investor juga mengundang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)," kata dia.

Ia mengatakan, beberapa potensi daerah perbatasan yang bisa dikembangkan antara lain dari Kapuas Hulu adalah di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan pertambangan. "Produksi ubi jalar di wilayah Kapuas Hulu mencapai 1.284 ton per tahun, dan ubi kayu 8.516 ton, ditambah produksi perkebunan kelapa sawit 17.751 ton, dan karet 15.822 ton per tahun," katanya.

Potensi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia, ada di sektor perikanan laut. Untuk wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sentra usaha peternakan jenis Sapi Bali hingga produksi 56.493 ekor per tahun, dan juga tersedia lahan budi daya jagung hingga 8.133 hektare.

Selain itu, untuk potensi di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai salah satu sentra industri garam dengan merek Cap Ikan Terbang, dan Kabupaten Morotai mempunyai destinasi wisata unggulan Indonesia. Dan potensi Maluku Tenggara Barat adalah perikanan tangkap, budi daya rumput laut, dan pariwisata di puluhan pulau kecil di sekitarnya. 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA