Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Punya Potensi, Teluk Nipah akan Dijadikan Kawasan Wisata

Kamis 16 Nov 2017 06:12 WIB

Red: Hazliansyah

Dirut PTPN VII Dolly Pulungan memaparkan persiapan PTPT VII menggarap kawasan wisata Teluk Nipah di Lampung Selatan, Rabu (15/11).

Dirut PTPN VII Dolly Pulungan memaparkan persiapan PTPT VII menggarap kawasan wisata Teluk Nipah di Lampung Selatan, Rabu (15/11).

Foto: Republika/Mursalin Yasland

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Kawasan Teluk Nipah, Lampung Selatan, akan dibangun menjadi destinasi pariwisata. Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terlibat dalam pembangunan tersebut.

Tiga BUMN itu adalah PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan anak usaha PT Pertamina (Persero) PT Patra Jasa

"Kami telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pembangunan kawasan tersebut," kata Direktur Utama PTPN VII Dolly Pulungan di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan dalam pembangunan dan pengelolaan Teluk Nipah seluas sekitar 800 hektare, PTPN VII berperan sebagai pemilik lahan dan pemegang izin. PT PP menjadi pengembang dan kontraktor, serta Patra Jasa bakal menjadi pengelola kawasan wisata.

Menurutnya, kerja sama membangun dan mengelola kawasan wisata Teluk Nipah ditindaklanjuti dengan melakukan studi kelayakan untuk merinci bentuk dan waktu pengembangan yang bakal dilaksanakan.

"Kami akan melakukan kajian yang lebih rinci seperti jumlah investasi yang dibutuhkan, peran masing-masing badan usaha bagaimana, dan jadwal waktunya," katanya.

Dolly mengatakan bahwa kasawan Teluk Nipah merupakan salah satu pantai yang terbaik di Tanah Air sehingga dipastikan banyak wisatawan yang akan berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

Wisatawan dari Jakarta, lanjutnya, bisa dapat menggunakan kapal pesiar atau yacht langsung menuju Teluk Nipah. Begitu pula wisatawan dari Palembang Sumatera Selatan dapat dengan mudah menuju kawasan itu mengingat akses jalannya bisa melintasi Jalan Tol Trans Sumatera.

"Selama ini area lahan kawasan tersebut masih dimanfaatkan untuk perkebunan karet dan tambang batu," ujarnya.

Pihaknya juga mengharapkan proyek pengembangan kawasan wisata ini akan mulai berjalan tahun depan. Beberapa potensi di kawasan itu juga bisa digali selain untuk pengembangan kawasan wisata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA