Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Kambing Kejobong Bakal Jadi Maskot Purbalingga?

Ahad 29 Oct 2017 21:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Maman Sudiaman

Rombongan kambing, ilustrasi

Rombongan kambing, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Rumpun Kambing asal Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga telah ditetapkan sebagai bagian dari Kekayaan Sumber Genetik Lokal berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 301/kpts/SR120/5/2017. ''Untuk itu, keberadaanya kambing Kejobong ini diharapkan dapat menjadi maskot peternakan di kabupaten Purbalingga,'' jelas Bupati Tasdi saat membuka Festival Hasil Pertanian dan Gerakan Minum Susu Bagi Anak Usia Sekolah di Pendopo Setda Purbalingga, baru-baru ini.

Bupati menyebutkan, dengan penetapan tersebut, perlu ada gerakan untuk mengembangkan Kambing Kejobong. Tidak hanya di kalangan peternak wilayah Kecamatan Kejobong, melainkan juga oleh peternak dari wilayah kecamatan lain. ''Nanti saya juga akan memelihara 50 ekor kambing Kejobong,'' kata bupati.

Menurut Tasdi, dengan memelihara kambing Kejobong, diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para peternak kambing di Purbalingga. ''Kita jangan hanya senang makan satenya saja, tapi kita juga harus bisa meproduksi daging dengan mengembangkan kambingnya,'' tegasnya.

Menurut Tasdi, sektor peternakan seperti peternakan kambing dan sapi sangat potensial dikembangkan di Purbalingga. Hal ini karena wilayah Purbalingga memiliki sumber pakan ternak yang berlimpah.

Kepala Dinas Pertanian Lili Purwati menuturkan, dengan ditetapkannya kambing Kejobong sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia, maka peternak di Purbalingga harus bisa melindungi bahkan mengembangkan jenis kambing ini. Dia menyebutkan, populasi ternak kambing Kejobong saat ini sudah mencapai 59.588 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari ternak jantan sebanyak 22.622 ekor dan betina 37.363 ekor.

Dia berharap, kambing Kejobong ini kedepan dapat menjadi maskot ternak Purbalingga. ''Kalau di Kebumen ada sapi peranakan ongol dan di Purworejo ada kambing peranakan etawa, maka di Purbalingga saat ini ada kambing Kejobong,'' katanya.

Lili juga mengungkapkan, selain Bupati yang akan mengembangkan kambing Kejobong, Direktur PDAM Purbalingga Riyanto juga bakal mengawali bisnis kambing Kejobong. Tadi pimpinan PDAM sudah menyatakan ingin mengembangkan 11 ekor kambing Kejobong terdiri dari 10 betina dan 1 ekor pejantan, tambahnya.

Dalam acara festival hasil pertanian tersebut, dipromosikan berbagai produk pertanian dari 18 kecamatan se kabupaten Purbalingga, guna mewujudkan konsep one village one product. Selain itu, acara juga diisi dengan peluncuran Kartu Tani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA