Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

'Gunung Agung Lebih Gembung Tanda akan Meletus'

Rabu 11 October 2017 14:14 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Gunung Agung, Bali.

Gunung Agung, Bali.

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---- Plt Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Rida Mulyana tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekat ke kawasan Gunung Agung, Bali. Karena, sampai saat ini status Gunung Agung masih berbahaya dan berpotensi terjadi letusan.

Menurut Rida, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi. Dalam sehari pihaknya mencatat terjadi 800 gempa bumi di sekitaran wilayah Gunung Agung. Kondisi itu, menunjukan pergerakan magma semakin dekat ke permukaan. "Jumlah gempa di sana sangat tinggi. Sehari rata-rata 800 kali," ujar Rida saat ditemui di Kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (11/10).

Selain itu, kata dia, kondisi gunung sekarang terlihat mengembung. Hal itu disebabkan adanya tekanan magma dari dalam. "Gunung itu gembung, jadi gemuk karena ada dorongan magma di bawah. Itu tanda akan meletus. Tapi kapannya (meletus) kita tidak tahu," kata Rida.

Melihat perkembangan yang ada, Rida menyarankan masyarakat untuk tidak mendekat ke kawasan Gunung Agung. Selain itu masyarakat yang berada di zona sembilan kilometer dan 12 kilo meter dari Gunung Agung tetap harus diungsikan.

"Psikologi masyarakat menganggap boong-boongan. Tapi kami melihat data. Gunung itu gembung itu tanda akan meletus. Pokoknya kita harus siap-siap yang terburuk kita harapkan yang terbaik," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 August 2018, 10:39 WIB