Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Netty Minta Perpustakaan Jabar Terus Berbenah

Senin 25 September 2017 18:36 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Bunda Literasi, Netty Heryawan

Bunda Literasi, Netty Heryawan

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Minat masyarakat Jawa Barat (Jabar) untuk membaca hingga saat ini masih rendah. Termasuk, minat untuk datang ke perpustakaan, masih terus harus di dorong. Isteri Gubernur Jabar yang diberi gelar Bunda Literasi Jabar, Netty Prasetyani, berharap perpustakaan di Jabar bisa terus berbenah dan memperbaiki pelayanan.

"Permasalahan klasik itu kan pustakawan jutek, galak, buku terbatas, rak berdebu. Makanya, kami punya pilot project perpusatakaan Jabar ini harus diubah new look new image, harus terua diperbaiki layanannya," ujar Netty kepada wartawan di acara Hari Kunjungan Perpustakaan, Senin (25/9).

Netty mengatakan, perpustakaan di Jabar harus memiliki konsep satu layanan terpadu. Jadi, selain ada layanan perpustakaan harus ada tempat ibadah, dan tempat makannya. "Itu yang harus diperbaiki," katanya.

Menurut Netty, perpustakaan pun harus terus dikembangkan tak bisa mengandalkan hanya orang datang ke perpustakaan duduk dan membaca. Jadi, harus ada duta membaca, duta perpustakaan, dan story teller. "Itu yang harus difungsikan. Bahkan, kalau perlu ada sosialisasi meet and great dengan tokoh atau atraksi budaya," katanya.

Netty menilai, konsep-konsep seperti itu harus dimiliki pejabat perpustakan sebagai kreator program. Bahkan, harus dihitung berapa jumlah kunjungab pepustakaan dan animomya. "Kalau perpustakaan terus menurun berarti ada layanan yang salah. Harus dilihat apa lagi yang harus diperbaiki," katanya.

Sementara menurut Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Jabar, Achmad Hadadi, tampilan perpustaakaan ke depan memang harus terus di tata agar lebih friendly dan komunikatif. Jadi, selain berfungsi sebagai tempat untuk meminjam buku, juga bisa digunakan untuk mendukung kegiatan literasi lainnya. Misalnya, digunakan sebagai tempat diskusi.

"Dari sisi waktu kunjungan pun, jangan terlalu sama dengan jam kerja. Tapi hari libur pun harus buka," katanya.

Terkait kunjungan ke perpustakaan, menurut Hadadi secara umum ada peningkatan kunjungan. Terutama, kalangan pelajar dan mahasiswa. "Kalau pengunjung umum belum ada peningkatan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES