Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Pemprov Lampung Gerakkan Program Sumur Bor Atasi Kekeringan

Kamis 14 September 2017 21:50 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Sejumlah warga antre mengisi air ketika mendapatkan bantuan air bersih di lereng gunung Merapi, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (14/9).

[ilustrasi] Sejumlah warga antre mengisi air ketika mendapatkan bantuan air bersih di lereng gunung Merapi, Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (14/9).

Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta kabupaten dan kota untuk menggerakkan program penggunaan sumur bor untuk mengatasi kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Lampung. Program sumur bor dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dinilai sangat efektif mengatasi kekurangan air.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung Heri Suliyanto mengatakan wilayah Lampung masih berdampak parah kekeringan karena menurut laporan cuaca masih terdapat hujan. Namun, bila terjadi kekeringan kami minta kabupaten kota dan kabupaten gerakkan program sumur bos, katanya, Kamis (14/9.

Mengenai daerah yang sudah mengalami kekeringan seperti di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur dan Kota Bandar Lampung, Heri berharap, pemkot dan pemkab setempat cepat mengambil tindakan agar kekeringan tidak berdampak pada gagal panen bagi petani dan kekurangan air bersih warga di kota.

BPBD Kota Bandar Lampung mulai menyalurkan air bersih di dua wilayah yang terdampak kekeringan pada bulan ini. Dua wilayah yang telah melapor yang Way Gubak, Panjang, dan Kedaton. Baru dua daerah yang melapor kekurangan air bersih, kata Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Bandar Lampung Rizki.

Heri berharap, warga yang kekurangan air bersih di tempat lainnya segera melaporkan melalui RT masing-masing. Setelah laporan diterima, BPBD langsung menyalurkan air bersih tanpa dipungut biaya.

Musim kering saat ini, ia berharap, warga tidak membakar sampah sembarangan. Selain menimbulkan dampak asap dan mengganggu kesehatan, juga berakibat kebakaran yang lain karena angin pada bulan ini masih kencang.

Warga di Telukbetung terpaksa turun ke Kali Akar untuk mandi dan mencuci. Kekeringan sumur-sumur warga membuat warga kembali ke kali untuk mencuci dan mandi, meskipun air kali tersebut sudah menyusut. Kami terpaksa ke kali untuk mandi dan mencuci baju, soalnya di atas sumur sudah tidak ada air lagi, ujar Warman, warga setempat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES