Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

55 Sapi Kurban Milik RPH Surabaya Terjual

Selasa 22 Aug 2017 10:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Ternak sapi yang siap dijadikan hewan kurban (ilustrasi)

Ternak sapi yang siap dijadikan hewan kurban (ilustrasi)

Foto: Yusran Uccang/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surya Kota Surabaya berhasil menjual sapi sebanyak 55 ekor kepada masyarakat di Kota Pahlawan untuk keperluan Hari Raya Kurban. "Alhamdulillah, dari 82 ekor sapi saat ini sudah terjual 55 ekor. Sedangkan yang minta dipotongkan untuk jadi karkas 25 ekor sapi dan yang minta jadi paket daging 10 ekor sapi," kata Dirut PDPS Surabaya Teguh Prihandoko di Surabaya, Selasa (22/8).

Menurut dia, masih ada waktu sekitar 10 hari sebelum pelaksanaan Hari raya Idul Adha untuk RPH mencari tambahan modal membeli lagi sapi hingga mencapai 300 ekor sapi. "Kami sudah beli sapi sebanyak 82 ekor dari target pembelian 300 ekor," ujarnya.

Sesuai rencana, lanjut dia, sekitar 100 ekor sapi akan ditempatkan di RPH, sedangkan 200 ekor sapi ditempatkan di Puspa Agro.   "Untuk pembelian sapi akan dilakukan secara bertahap. Untuk minggu ini harus terbeli seluruhnya," katanya.

Teguh mengatakan anggaran yang dibutuhkan RPH untuk membeli sapi sekitar Rp 6 miliar. "Hingga saat ini keuntungan yang diperoleh RPH sekitar Rp700 juta," katanya. Meski demikian, lanjut dia, bukan keuntungan finansial yang menjadi prioritas RPH saat ini, melainkan yang lebih penting edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dari limbah hewan kurban. "Memang itu target kami. Edukasi kepada masyarakat memerlukan waktu dan kesabaran," katanya.

Tentunya, lanjut dia, itu semua harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat khususnya para jagal yang merupakan rekanan RPH. Pada pelaksanaan Hari Raya Kurban, lanjut dia, Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar telah mendukung RPH dengan menyiapkan 25 tukang jagal. Sedangkan RPH menyiapkan empat orang modin yang bersertifikat dari MUI.

"Titik tekan kami adalah layanan publik dalam membantu mempermudah masyarakat dalam beribadah kurban dengan tetap menjaga kenyamanan lingkungan," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES